Senin, 04 Januari 2010

tentang humas

FUNGSI, TUGAS DAN KEGIATAN UTAMA PR





Setiap lembaga/perusahaan atau organisasi akan memilki fungsi management. Dalam menjalankan fungsi manajement tersebut biasanya salah satu devisi yang membantu mewujudkan fungsi dan tujuan manajeman adalah devisi PR. Akan tetapi tidak semua perusahaan/lembaga/organisasi itu memiliki devisi PR, ada perusahaan yang fungsi PR nya dalam membantu fungsi manajemen tersebut dijalankan oleh HRD atau ada juga yang dijalankan oleh marketing, begitu juga untuk jenis pekerjaan pastilah tidak sama karena akan sangat tergantung pada jenis perusahaan/lembaga/organisasinya. Terlepas dari kondisi tersebut, dalam modul ini kita akan melihat fungsi, peran dan tugas utama yang dijalankan oleh PR.

A. Fungsi PR
Setiap diungkapkan diatas, setiap PR perusahaan akan memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, akan tetapi biasanya mereka memilki tugas utama yang sama sebagai seorang PR. Berikut ini akan kita lihat beberapa fungsi dari PR.

Menurut Scott M. Cutlip dan Allen Center dalam bukunya Effective Public Relations konsep fungsional humas adalah:
Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari publik suatu organisasi, sehingga kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi dapat dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan dan pandangan publik tersebut
Menasehati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat diterima secara maksimal oleh publik
Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi.

Selanjutnya Perumusan Fungsi Humas menurut Cutlip dan Center adalah:
Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi
Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik intern maupun publik ekstern
Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi
Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.

Menurut Bertrand R. Canfield dalam bukunya Public Relations: Principles and Problems:
Fungsi humas adalah:
Mengabdi kepada kepentingan umum
Memelihara komunikasi yang baik
Menitikberatkan moral dan prilaku yang baik

Menurut F. Rachmadi dalam bukunya Public Relations dalam Teori dan Praktek:
Fungsi utama Public Relations adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/organisasi dengan publiknya, intern mapun ekstern, dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini publik) yang menguntungkan lembaga/organisasi.

Ditambahkan oleh Rahmadi Public Relations mempunyai fungsi timbal balik ke luar dan ke dalam:
Ke luar ia harus mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran (image) masyarakat yang positif terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya.
Ke dalam, ia berusaha mengenali, mengidentifikasikan hal-hal yang dapat menimbulkan sikap dan gambaran yang negatif (kurang menguntungkan) dalam masyarakat sebelum sesuatu tindakan atau kebijakan itu dijalankan

Jerome Mushkat dalam buku ‘This is PR-The Realities of Public Relations’ karya Newsom dkk, menyatakan bahwa: those who have examined the function of public relations in society have traditional described it in three different ways. According to one point of view, public relations is to control publics. Public relations is seen as directing what people think or do in order to meet or serve the needs of desires of an institution. According to a second point of view, its function is to respond to publics. Public relations is seen as reacting to developments or problems in order to solve them or to the initiatives of other in order to encourage or curb them. According to a third point of view, the role of public relations to achieve mutually beneficial among all the publics that an institution has. Public relations is seen as a vehicle for fostering harmonious relationships and interchanges among an institutions various publics, which are likely to include such groups as employees, consumers, suppliers and producers. (Newsom, Scott & Turk, 1989:18)

B. TUGAS HUMAS
Ada beberapa tugas PR yang utama yaitu membina hubungan dengan publik organisasinya, melakukan lobby dan negosiasi, merancang dan memproduksi bahan-bahan tulisan Humas dan menganalisis opini publik.
Cutlip, Center & Broom (2005:31-32) mengikhtisarkan 10 kategori pekerjaan spesialis Humas, yaitu :
Menulis dan menyunting. Menyusun siaran pers cetak atau siar, cerita khusus, newsletter untuk karyawan dan stakeholder eksternal, korespondensi, pesan Web-site dan media on-line lainnya, laporan pemegang saham dan laporan tahunan, pidato, brosur, naskah film dan tayangan slide, artikel publikasi magang, iklan kelembagaan, serta produk dan bahan kolateral teknis.
Menjadi penghubung media dan pemuatan. Menghubungi media berita, majalah, suplemen Minggu, penulis lepas, dan publikasi dagang agar mereka memuat atau menayangkan berita atau feature tentang atau dari organisasi stakeholder bersangkutan. Menanggapi permintaan media akan informasi, bukti berita, dan akses dengan sumber yang berwenang.
Melakukan penelitian. Mengumpulkan informasi tentang opini publik, kecenderungan, isu yang muncul, iklim dan legislasi politik,liputan media, kelompok minat khusus, dan kepentingan lainnya yang berkaitan dengan stakeholder organisasi. Mencari di internet, layanan on-line, dan database elektronik pemerintah. Membuat rancangan penelitian progam, mengadakan survey dan menyewa kantor penelitian.
Mengatur manajemen dan administrasi. Membuat progam dan perencanaan melalui kerjasama manajer lainnya, menetapkan kebutuhan, menentukan prioritas, menetapkan publik, menentukan sasaran dan tujuan, serta mengembangkan strategi dan taktik. Mengelola personil, anggaran, dan jadwal progam.
Melakukan konseling. Memberi saran bagi manajemen puncak seputar lingkungan social, politik dan peraturan, berkonsultasi dengan tim manajemen mengenai cara menolak atau menanggapi krisis, dan bekerja dengan pengambil keputusan kunci untuk merancang strategi mengelola atau menanggapi isu yang kritis dan sensitif.
Menyelenggarakan kegiatan khusus. Mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10-K, konvensi, open house, pengguntingan pita dan grand opening,perayaan hari jadi, kegiatan pengumpulan dana, kunjungan orang-orang penting, kontes, progam pemberian penghargaan, dan peristiwa khusus lainnya.
Berpidato. Berbicara di depan kelompok, memberi bimbingan untuk tugas bicara, dan mengelola biro pembicara untuk menyediakan mimbar bagi organisasi di depan pendengar penting.
Berproduksi. Menciptakan komunikasi dengan menggunakan pengetahuan dan ketrampilan multimedia, termasuk seni, tipografi, fotografi, tata letak, dan desktop publishing computer, merekam dan menyunting audio dan video, serta menyiapkan presentasi audiovisual.
Memberi pelatihan. Mempersiapakan eksekutif dan juru bicara lain yang ditunjuk untuk menangani media dan penampilan publik lainnya. Menginstruksikan organisasi lainnya untuk memperbaiki keterampilan menulis dan berorganisasi. Membantu memperkenalkan perubahan dalam budaya, kebijakan, stuktur, dan proses organisasi.
Melakukan kontak. Memberi layanan sebagai penghubung dengan media, komunitas, serta kelompok internal dan eksternal lainnya. Mendengar, menegosiasi, mengelola konflik, dan mencapai kesepakatan sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder lainnya. Menemui dan menghibur tamu dan pengunjung sebagai tuan rumah.



Menurut Rachmadi (1992:23), tugas Humas sehari-hari adalah :
Menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi / pesan secara lisan, tertulis, atau melalui gambar (visual) kepada publik, sehingga publik mempunyai pengertian yang benar tentang hal ikhwal perusahaan atau lembaga, segenap tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.
Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum masyarakat.
Mempelajari dan melakukan analisis reaksi publik terhadap kebijakan perusahaan/lembaga, maupun segala macam pendapat (public acceptance dan non-acceptance).
Menyelenggarakan hubungan yang baik dengan masyarakat dan media massa untuk memperoleh public favor, public opinion, dan perubahan sikap).

Dalam buku Seitel berjudul “The Practice of Public Relations” (1992:62-71), tugas-tugas Humas adalah :
Reaching the employees through variety of internal means including newsletter, television, and meetings.
Coordinating relationships with the print and electronic media, with include arraging and monitoring press interviews, writing news releases and related press materials, organizing press conferences, and answering media inquires and request.
Coordinating activities with legislators on local, state, and federal levels. This includes legislative research activities and public policy formation.
Orchestrating interaction with the community, perhaps including open house, tours, and employee volunteer efforts designed to reflect the supportive nature of the organization to the community.
Managing relations with the investment community, including the firm’s present and potential stakeholders.
Supporting activities with customers and potential customers, which activities ranging from hard-sell product promotion activities to “soft” consumer advisory services.
Coordinating the institution’s printed voice to its public through reprints of speeches, annual reports, quarterly statements, and product and company brochures.
Coordinating relationships with outside specialty groups, such as suppliers, educators, students, non profit organization, and competitors.
Managing the institutional-or non product-advertising image, as well as being called in increasingly to assist in the management of more traditional product advertising.
Coordinating the graphic and photographic services of the organization. To do this task well requires knowledge of typography, layout and art.
Conducting opinion research, which involves assisting in the public policy formation process through the coordination and interpretation of attitudinal studies of key publics.
Managing the gift-giving apparatus, which ordinarily consists of screening and evaluating philanthropic proposal and allocating the organization’s available resources.
Coordinating special events, including travel for company management, corporate celebrations and exhibits, dinner, ground-breaking, and grand opening.
Management counseling, which involves advising administrators on alternative options and recommended choices in light of public responsibilities.

Untuk melakukan tugas-tugas tersebut, diperlukan seorang Humas yang memiliki kompetensi sebagai berikut :
Knowledge of the fields – an understanding of the underpinnings of public relations, culture and history, philosophy, and social psychology.
Communications knowledge – an understanding of the media and the ways in which they work of communications research, and the most importantly of the writing processes.
Knowledge of what’s going on around you – an understanding of the current events and factors that influence society: literature, language, politics, economics, and the all the rest.
Business knowledge – an understanding of how business works, a bottom line orientation, and a knowledge of one’s company and industry.
Knowledge of bureaucracy – an understanding of how to get things done in a bureaucratic organization, how to use and gain power for the best advantage, and how to maneuver in a politically charged environment.
Management knowledge – an understanding of how public policy is shaped and an appreciation of the various pressures on and responsibilities of senior managers.

Selain itu seorang Humas harus memiliki empat karakteristik, yaitu :
Communication orientation – a bias toward disclosing rather then withholding information.
Advocacy – a desire to be advocate for their employers.
Counseling orientation – a compelling desire to advise senior manager.
Personal confidence – a strong sense of honesty and ethics, a willingness to take a risk, and not unimportantly, a sense of humor.

C. FUNGSI DAN TUGAS HUMAS PEMERINTAH
Humas dalam lembaga pemerintah (departemen, lembaga non departemen, lembaga Negara dan BUMN) merupakan suatu keharusan funsional dalam rangka tugas penyebaran informasi tentang kebijakan, progam dan kegiatan-kegiatan lembaga pemerintah kepada masyarakat. (Rachadi, 1992:77)
Tugas Humas Pemerintah adalah (Rachmadi, 1992:78)
Memberikan penerangan dan pendidikan kepada masyarakat tentang kebijakan,langkah-langkah, dan tindakan-tindakan pemerintah, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa informasi yang diperlukan secarav terbuka, jujur, dan obyektif.
Memberi bantuan kepada media berita (news media) berupa bahan-bahan informasi mengenai kebijakan dan langkah-langkah serta tindakan pemerintah, termasuk fasilitas peliputan kepada media berita untuk acara-acara resmi yang penting. Pemerintah merupakan sumber informasi yang penting bagi media, karena itu sikap keterbukaan informasi sangat diperlukan.
Mempromosikan kemajuan pembangunan ekonomi dan kebudayaan yang telah dicapai oleh bangsa kepada khalayak dalam negeri, maupun khalayak luar negeri.
Memonitor pendapat umum tentang kebijakan pemerintah selanjutnya menyampaikan tanggapan masyarakat dalam bentuk feedback kepada pimpinan instansi-instansi pemerintah yang bersangkutan sebagai input.
Humas tangan kanan, mata, dan telinga pemerintah, mempunyai kewajiban untuk turut serta memantapkan program-program pemerintah di dalam suatu system politik yang ada sekarang ini, agar system itu semakin mantap.

D. KEGIATAN HUMAS
Jenis-jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh manajer PR dan para stafnya berbeda-beda di setiap perusahaan/organisasi, dan banyak factor yang akan mempengaruhinya. Meskipun demikian, sebagai panduan umum, berikut diuraikan jenis-jenis pekerjaan yang lazim dilakukan (Jefkins, 2004:33-36) :
Menyusun serta mendistribusikan siaran berita (news release), foto-foto dan berbagai artikel untuk konsumsi kalangan media massa.
Mengorganisasikan konferensi pers, acara-acara resepsi dan kunjungan kalangan media massa ke organisasi/perusahaan.
Menjalankan fungsi sebagai penyedia informasi utama bagi kalangan media massa.
Mengatur acara wawancara antara kalangan pers (media cetak), radio dan televise dengan pihak manajemen.
Memberikan penerangan singkat kepada fotografer, serta membentuk dan mengelola sebuah perpustakaan foto.
Mengelola berbagai bentuk materi komunikasi internal lainnya seperti kaset rekaman video, slide untuk presentasi, majalah dinding, dan sebagainya.
Menyunting serta memproduksi jurnal-jurnal eksternal untuk konsumsi para distributor,para pemakai jasa/produk perusahaan,para konsumen langsung, dan sebagainya.
Menulis dan membuat bahan-bahan cetakan seperti literatur pendidikan, sejarah perusahaan, laporan-laporan tahunan, literatur pelantikan untuk pegawai baru, aneka poster yang bersifat mendidik untuk sekolah,pegawai baru, aneka poster yang bersifat mendidik untuk sekolah-sekolah dan lain-lain.
Mempersiapkan berbagai bentuk instrument audio-visual, seperti menyusun lembaran-lembaran slide untuk presentasi dan kaset rekaman video, termasuk melakukan distribusi, penyusunan catalog,pameran dan pemeliharaannya.
Mempersiapkan dan mengatur acara-acara pameran dan menjalankan eksibisi PR, termasuk juga menyediakan berbagai macam materi yang diperlukan.
Mempersiapkan dan memelihara berbagai bentuk identitas perusahaan seperti logo perusahaan, berikut segenap komposisi warna, tipografi, dan hiasannya, pengaturan jenis kendaraan-kendaraan dinas,pakaian seragam para pegawai, dan sebagainya.
Menangani berbagai acara-acara sponsor yang berhubungan dengan kegiatan PR.
Mengelola hal-hal yang berkaitan dengan berbagai kunjungan seperti fasilitas penerbangan/pelayaran,pengurusan tiket, persiapan akomodasi, tur dan sebagainya.
Mengikuti rapat-rapat penting yang diselenggarakan oleh dewan direksi dan pimpinan perusahaan, serta rapat-rapat terbatas yang diadakn oleh kepala departemen produksi,pemasaran, penjualan, dan lain-lain.
Mengikuti konferensi khusus yang diadakan oleh divisi penjualan, serta terlibat dalam pertemuan-pertemuan para agen.
Mewakili perusahaan pada pertemuan asosiasi dagang/bisnis.
Berhubungan dengan konsultan PR eksternal jika perusahaan/organisasi merekrut mereka.
Melatih segenap staf PR.
Mempersiapakan survey-survei pendapat dan berbagai macam penelitian lainnya.
Mengawasi tugas-tugas periklanan—berhubungan dengan biro iklan bila fungsi periklanan memang dibebankan pada departemen PR.
Berhubungan baik dengan kalangan politisi dan birokrat.
Mengatur penyelenggaraaan acara-acara resmi, misalnya berupa acara peresmian bangunan baru, termasuk mengatur para tokoh penting, tamu undangan, dan kalangan media massa yang datang meliput.
Mengatur acara-acara kunjungan para pejabat penting, tamu kehormatan maupun tokoh-tokoh asing ke perusahaan/organisasi.
Mengadakan perayaan seratus tahun perusahaan,pemberian penghargaan dari pemerintah kepada perusahaan/organisasi atas prestasinya di bidang industry atau bidang-bidang lainnya.
Mengorganisasikan berbagai umpan-balik dari berbagai sumber informasi, mulai dari kliping koran/majalah, berita-berita radio dan televise, serta memantau berbagai bentuk laporan dari luar.
Menganalisis umpan-balik dan mengevaluasi hasil dari upaya untuk mencapai suatu tujuan.

Segenap kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara terpadu dalam suatu program PR yang tersusun dan terencana secara rapi setiap tahunnya, dan dilaksanakan berdasarkan anggaran dana yang telah disetujui. Kegiatan-kegiatan dari A hingga Z tersebut juga menyoroti karakteristik kaleidoskop dari tugas PR risiko kegagalan jika kegiatan-kegiatan itu hanya dilaksanakan secara setengah-setengah. Di samping itu, daftar di atas juga menekankan kebutuhan untuk pelatihan dan pendidikan professional.
British Institute of Public Relations melihat fungsi, tugas dan kegiatan public relations sebagai upaya yang mantap, berencana dan berkesinambungan untuk menciptakan dan membina pengertian bersama antara organisasi dan publiknya. Secara lebih spesifik, Pedro E Teodhore menyebut tujuan komunikasi melalui public relations adalah menciptakan iklim dan pendapat umum yang menguntungkan lembaga. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu tercipta harmoni antara lembaga dengan lingkungannya.
Pada hakikatnya dalam melakukan tugas tersebut terdapat dua hal penting yang perlu diperhatikan, pertama, ada organ yang status dan perannya melakukan penyebaran dan klarifikasi informasi mengenai kebijakan lembaga, sekaligus panduan arah kebijakan pemecahan persoalan di tengah aneka krisis. Peran kehumasan ini sebagai jubir yang tidak sekadar menyiapkan upacara, menunjuk penyelenggara berbagai acara, mengumpulkan wartawan, maupun pendamping pemimpin untuk membawakan map berisi naskah pidato. Dalam bahasa, Sullivan (2005) fungsi ini merupakan fungsi komunikasi yang bersifat jangka pendek.
Hal kedua yakni kesiapan manajemen koordinasi antar unit kerja dalam pelayanan publik sebagai sebuah antispasi terhadap terjadinya ancaman krisis komunikasi (proaktif). Bisa dilakukan dalam bentuk konsultasi publik sebagai bagian dari upaya manajeman komunikasi strategis untuk implementasi kebijakan kelembagaan ke depan.

Senin, 28 Desember 2009

Gelora gairah Teh Tita

Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Tita, ibu kostnya.
Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satupersatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.

Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.

Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.

Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

"Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?" tanya Abi tergagap

"Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok" jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.

Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tita.

Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Abi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tita tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tita dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

"Gambar tivinya jelek ya?" tanya Tita mengagetkan Abi.

"Eh, iya. Antenenya kali" jawab Abi sambil menunduk.

Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah.

"Semuanya jelek", kata Tita, "Nonton VCD saja ya?".

"Terserah Teteh" kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.

"Tapi adanya film unyil, nggak apa?" kata Tita sambil tersenyum menggoda.

Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.

"Ya terserah Teteh saja" jawab Abi. Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Abi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

"Mau nonton yang mana?" tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi. Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.

"Eh, ah yang mana sajalah" kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.

"Yang ini saja, ada ceritanya" kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Abi mencoba menenangkan diri.

"Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?" tanya Abi memancing

"Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk" jawab Tita sambil tertawa kecil

"Bapak juga?" tanya Abi lagi

"Ngga lah, marah dia kalau tahu" kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.

"Bapak kan orangnya kolot" lanjut Tita "dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!"

Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu. Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Abi sudah tidak ragu lagi.

"Teteh kesepian ya?" Tanya Abi sambil menatap perempuan itu Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.

"Kamu mau tolong saya?" tanya Tita sambil memegang tangan Abi.

"Bagaimana dengan Bapak ?" tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.

"Jangan sampai Bapak tahu" kata Tita. "Itu bisa diatur" lanjut Tita sambil mulai merapatkan tubuhnya.

Abi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Tita bergetar ketika jemari Abi menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Abi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tita telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tita telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Abi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.

Segera saja tangan Abi merambahi kembali lembah hangat milik Tita yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tita makin mendesah ketika jemari Abi mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kemaluannya.

Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita. Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Tita tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tita sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.

Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.

Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

"Ah..terus Bi.." desahnya membara.

Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Abi mulai menyusuri leher jenjang Tita yang selama ini tertutup rapat. Mulut Abi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-tiba Abi bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tita yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Abi ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham maksud Abi.

Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Abi lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tita menunduk memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Abi selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Abi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Labia mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya

"Ahhh.!" Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.

Desahannya semakin menjadi ketika lidah Abi mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.

Rupanya Tita sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya. Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.

Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Abi rupanya telah menaikkan nafsu Tita makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tita yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

"Ahhhduh gusti! Ahhh! enak euy !" jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.

Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita.

Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.

"Hatur nuhun ya Bi" kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Abi telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

"Kenapa sih?" tanya Tita sambil senyum-senyum.

"Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup" jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi. Dan Tita yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya. Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.

Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Tita meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya.

"Ah Teh, sudah mau keluar nih" desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.

Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita. Abi meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.

"Bagai mana rasanya Teh?" tanya Abi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.

"Enak, gurih" kata Tita tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.

"Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu" katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tita di dapur membuatkan minuman.

Abi mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi. Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

"Sudah nggak sabar ya" katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.

"Dikamar saja ya" ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut. Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.

Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya. Abi menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tita mendesah sambil mengerumus rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut. Abi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.

"Oh Bi! Geliin..terus akh!" Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.

"Ahh..terus sayang!" desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.
Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari Abi menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Abi secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Abi mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan berhenti di pusarnya.

Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu. Tita rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu. Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

Tita istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

"Oh! Bi, lakukanlah" desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya. Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.

Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.

Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.

"Akh! enak Bi!" desisnya. Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.

Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

"Ayo Bi geyol terusss!" desis Tita makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.

"Oh..Bi !"jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya.Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.

Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang sekian Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.

"Ahk..! Ahduh akhh!" teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi.

Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam. Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Abi memeluk kedua kaki Tita, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.

"Ahhh" Abi mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

"Akhh!!" jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.Tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

"Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun" kata Tita terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam! Memang Tita sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.
Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.

***

Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Abi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.

"Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak" katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.

"Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi" katanya sambil senyum menggoda.

Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita ramuan rahasia menambah gairah lelaki. Kemudian Tita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.

"Teteh mau kemana sih kok rapi" tanya Abi

"Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas" kata Tita kembali tersenyum nakal. Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.

"Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alimmm banget." Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.

"Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan" jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.

"Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?" kata Abi.

"Apa sih?" tanya Tita agak heran.

"Maaf nih Teh, "kata Abi, "Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya?".

"Kenapa tidak" kata jawab Tita Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.

"Jilbabnya jangan dilepas dulu teh" seru Abi.Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita. Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink.

Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Abi benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wow dan perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.

Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya. Kini selangkangan Tita tepat dimuka Abi.Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tita dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.

Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya.Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tita dengan rakus. Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya.

Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah. Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar.

Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya. Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.

Entah kenapa, Abi sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah keras mengaceng.

Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang kontol Abi yang telah mengaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit. Lubang memek Tita meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita. Tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.

Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.

Abi merasakan selusuran batang kontolnya didalam lubang memek Tita yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala kontolnya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat. Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.

Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi. Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tita ketika kepala kontol Abi menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.

"Achhh..!! " jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.

Tubuhnya mendekap Abi dengan ketat. Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih bertaut dalam dilubang memek Tita. Segera Abi mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tita. Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.

Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tita yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.

"Duh gusti.!.ackhh..oh! " jeritnya nikmat.

Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Abi terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tita diguncang getaran yang paling nikmat.

"Aaaarrggghh..!" desahnya kembali.

Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani Abi muncul.

"Bi, saya mau kulum punya kamu" pintanya kembali bersemangat.

Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang kontol dari lubang kenikmatan itu. Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi badan Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat dimuka Tita yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.

Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi. Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang kontolnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Abi merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.

Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.

Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita. Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.

Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Tita bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.

TAMAT

Minggu, 27 Desember 2009

Aku, Kak Rudi, dan Mama

Sudah 2 minggu Papaku berada di luar kota karena urusan kantornya. Aku dirumah tinggal bersama Mama (41 tahun), Adik perempuanku (12 tahun), dan Kakak laki-lakiku (20 tahun), sedangkan aku sendiri berumur 18 tahun. Mamaku seorang wanita yang sangat menarik, wajahnya cukup cantik, kulitnya mulus, tapi aku nggak pernah kepikiran untuk menyetubuhinya, hingga pada suatu siang, aku nggak kekampus, adikku masih disekolah, sedangkan kakakku ada dikamarnya.

“Ataa…kemari sebentar, sayang!” Terdengar suara mama memanggilku dari arah kamar mandi. Aku langsung bergegas kesana,
“Ada apa, mama?” Tanyaku.
“Sayang, tolong diputar kran air ini, keras sekali” Mama hanya mengenakkan handuk yang tidak terlalu lebar di tubuhnya. Paha mulusnya terlihat jelas, serta belahan dadanya yang indah nampak juga. Darahku sempat berdesir menyaksikan pemandangan itu.Aku langsung menuju keran air dan memutarnya, ternyata keran itu benar-benar keras. Aku mengerahkan semua tenagaku, dan akhirnya air memancar dengan deras sehingga mengenai sebagian pakaianku.
“Aku jadi basah nih mama” Kataku.
“Buka aja pakaian kamu, biar nanti mama yang nyuciin” Aku langsung membuka pakaianku kecuali celana dalam yang aku kenakan.
“Itu juga kan basah, dibuka aja sekalian” Kata mama. Aku jadi malu telanjang didepan mama. Akhirnya aku melepaskan celana dalamku. Batang penisku setengah berdiri menggelantung di selangkanganku. Mama tersenyum,
“Wah, besar juga anu kamu” Wajahku memerah, mama kemudian melepas handuknya dan memberikannya padaku
“Nih keringin tubuh kamu dengan ini”. Aku sangat terkejut, mama tidak memakai BH dia hanya mengenakkan CD saja. Buah dadanya yang bulat indah terpamapang jelas didapan mataku.
“Kok kamu jadi bengong begitu, belun pernah liat yang ginian yah?” Mukaku tambah merah. Mama kemudian membalikkan tubuhnya dan segera mandi dengan air yang memancar dari shower.

Aku belum beranjak sedikitpun.
“Nak, tolong punggung mama disabunin”. Aku mengambil sabun cair, dan mulai menggosokkan punggung mama. Aku rasakan kulit mama yang masih kencang dan lembut. Punggung mama yang mulus aku gosok namun bisa desebut membelai dari pada menggosok punggung mama. Kami menghadap sebuah cermin besar yang ada dikamar mandi, hingga bagian depan tubuh mama terlihat jelas dengan payudara yang masih kencang dan besar juga putting payudara mama yang berwarna coklat tua namun sangan indah dan kontras dengan kulit mama yang putih. Mama memejamkan matanya menikmati usapanku. Jantungku berdetak keras tanda deras nya aliran darah di dalam tubuhku yang membangkitkan hormon kejantananku dan juga nafsu yang semakin naik.

Dengan tangan yang agak gemetar aku mulai memutar gosokan tanganku di punggung mama agak ke dapan dan membelai bagian sisi tubuh mama. Aku semakin tak dpat mengontrol nafsu dan libidoku. Jiwa ku bergejolak antara tidak atau lakukan untuk mulai merangsang mama. Namun pertahanan iman ku jebol juga. Aku dekatkan tubuhku yang bugil makin mendekat tubuh mama, dan aku dekatkan kepalaku ke leher mama. Lalu kemudian kuberanikan diri untuk muncium leher mama, tanganku mulai meremas buah dadanya.
“Jangan, sayang, ini mama kamu”. Tapi mama tidak berusaha untuk melemaskan diri. Aku terus meremas-remas buah dadanya. Aku rasakan buah dada mama yang kenyal dan empuk. Dengan sabun yang masih ada di telapak tanganku, buah dada mama terasa sangat licin namun aku sangat menikmati remasanku di payudara mama. Mama memejamkan matanya dan bibirnya mulai terbuka dan aku melihat mama menggigit bibir nya sendiri, mungkin mama juga menikmati perlakuan aku, anak kandung nya sendiri.
“Oohh..sshh..jangaann, Ataaa..”. Tiba-tiba mama sadar, ia berbalik kearahku, mukanya sangat marah dan.. “Plaakk” tangan kirinya menamparku. Aku dan mama kemudian diam seribu bahasa. Lalu mama bersuara
“Apa yang kamu lakukan tadi, kamu mau menyetubuhi mama?”. Aku masih diam. Mama maju mendekatiku, aku jadi takut kalau mama akan menamparku lagi. Aku semakin tak karuan karena ketakutan. Ingin rasanya aku langsung lari keluar dan tidak akan bertemu mama lagi, namun..
“Kalo kamu mau begitu, baiklah, terus terang mama juga terangsang dan ingin merasakan batang penis kamu ini, tapi jangan sampai orang lain tahu.” Mama berkata sambil memegang batang penisku yang sudah tegang.

Seperti mendengar petir di siang bolong..!! nafsu ku yang sudah tidak dapat aku kontrol akhirnya mendapat penyaluran nya dan gejolak jiwaku lepas sudah saat mendengar perkataan mama tadi. Aku langsung memeluknya, saat tubuh bugil ku bersentuhan dengan tubuh bugil mama yang basah seakan ada hentakan listrik di dalam tubuhku. Kulit tubuh mama yang lembut kini bersentuhan kulit tubuhku. Libido ku naik hingga puncakya. Dan entah apa yang dapat aku lukiskan dengan kata-kata saat aku mencium bibir mama. Bibir ku bersentuhan dengan bibirnya, ku cium dengan penuh nafsu, mama pun membalasnya dengan liar. “Mmmmmhh..mmmhhh”. Lidah kami saling beradu satu sama lain. Tubuh kami saling berhimpit, buah dada mama menekan di dadaku,terasa hangat dan sensasi yang mama berikan sangat indah dan nikmat. Penisku juga menekan bagian bawah perut mama yang masih terbilang agak rata walaupun ada sedikit menggembung. Aku rasakan kehangatan tubuh mama walaupun tubuh kami dalam keadaan basah.Tangan mama megusap penisku. Akh.. nikmatnya saat jari-jemari mama yang panjang lemtik dan telapak tangan mama mengusap permukaan penisku yang makin keras dari pangkal hingga ujung kepala penis, sementara tanganku berada di buah dadanya. Aku remas dengan nafsu,namun aku ingin mama juga menikmati remasan anak nya pada buah dada mamanya, aku berusana meremasnya dengan lembut namun..

Mama kemudian turun kebawah kemudian jongkok, wajahnya kini berada tepat didepan batang penisku yang sudah tegang. Mama menjulurkan lidahnya kekepala pelirku dan akhirnya memasukkan batang penisku kemulutnya.
“Ooohh..sshh..eenaakk mama..maa”. Mama terus mengisap batang penisku. Lidahnya menjalar diseluruh permukaan batang sampai ke kantung zakar. Hangatnya rongga mulut mama sangat terasa di seluruh permukaan batang penisku. Mama memainkan lidah nya di uah jakarku. Lidah mama menyentuh lubang penisku, lalu turun sewrah dengan urat penisku, makin ke pangkalnya, lalu mama megulum buah jakarku. Aku bergidik menahan dan merasakan kenikmatan itu, lidah nya kemudian naik lagi menuju kepala penis dan saat sampai di ujung penisku, mama dengan lahap memasukan lagi penisku ke dalam mulutnya dang kemudian menghisapnya dengan keras. Aku pegang kepala mama ku sambil membelai rambutnya dan agak sedikti menekan kepala mama ke selangkangan ku. Nafasku makin teregah-engah, lalu aku melihat ke bawah ke arah mama yang dengan nafsu dan cepat mengocok batang penisku di dalam mulutnya. Aku melihat ekspresi wajah mama yang cantik dan terasa semakin cantik saat melihat beliau mengulum dan mengocok penisku. Aku makin merasakan sensai itu saat mama memandang aku kemudian berusaha terseyum walau penisku masih ada di dalam mulutnya.
“Sayaaang, kalo kamu udah pengen keluar, keluarin aja, nanti mama telan” sahut mama sambil mengulum kepala penisku. Terlihat ludah mama membasahi seluruh permukaan penisku hingga terlihat mengkilat dan ada cairan yang sedikit kental yang menempel di antara bibir dan batang penisku.

Aku yang memang sangat menikmati perlakuan mama sudah tidak dapat menahan untuk orgasme. Sambil melanjutkan kocokan nya mama meremas pantat ku Aku kemudian menyemprotkan cairan spermaku… “Crot..crot..crot…” aku semprotkan semua air mani ku di dalam mulut mama. Sambil sedikit mengerang dan sedikit berteriak aku leaskan seluruh nafsu itu di dalam mulut mama ku yang cantik. Mama langsung menelan semuanya, semua calon cucu-cucunya mama telan habis. Aku merasakan hisapan kuat di penisku.terdengat suara “Glek..” saat mama menelan semua cairan kental dari penisku. Lalu mama mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya, mama mengusap bibirnya yang basah oleh spermaku dan kemudian melanjutkan mengulum penisku membersihkan sisa spermaku. Tubuhku seakan lemas, lutut ku seakan tidak dapat menahan lagi berat tubuh ini, penisku mulai melembek dan terasa agak linu di ujung nya tapi yang aneh biasanya bila aku onani, setelah aku menyemprotkan sperma.

Tak ada 1 menit penisku langsung lembek dan mengecil namun saat ini mungkin kodisinya masih keras 80%, melihat itu mama lalu tersenyum. Aku di biarkan oleh mamaku untuk beristirahat sebentar,namun tidak sampai 2 menit penisku mulai mengeras lagi, nafsu dan libido ku naik lagi melihat mama yang bugil. Mama lalu berbaring dilantai,
“Naaakk, vagina mama di hisap yaa..!” Aku langsung membungkuk dan menjiati seluruh permukaan memeknya.Kelentitnya aku jilat dan kugigit-gigit. Aku mencium aroma khas kewanitaan mama yang mebuat nafsu ku tak terkendali lagi. Aku merasakan cairan vagina mama yang bening dan terasa nikmat dan gurih. Aku hisap lubang tempat aku lahir dulu, aku masukan lidah ku ke dalam vagina mama yang lembut dan hangat itu. Vagina mama makin basah oleh cairan vagina mama dan juga oleh ludahku.
“Ssssshhhh…yeeeeeaaahh…teerruuss sayaaang” Tidak lama kemudian, mama sudah tidak tahan lagi, tubuhnya mengejang, pantatnya bergerak-gerak tak karuan.
“Ataa..sshh..mamaa sudah maauu keluaarr…sshh..ooh..yeeess” Cairan putih mengalir dari lubang senggamanya, aku langsung menelan seluruh cairan itu. Emh nikmat nya..

Tiba-tiba pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu terbuka, kakakku Rudi masuk, dia sangat kaget melihat yang aku dan mamaku lakukan.
“Apa-apaan kalian, awas nanti aku adukan ke papa”
“Jangan, Rudi sayang, jangan dilaporin ama papa, kalo kamu mau kamu boleh ikut juga”. Kata mama Sementara aku hanya diam dan tak tahuapa yang harus lakukan.
“Boleh nih mam?” Rudi langsung melepaskan pakaiannya. Mama merubah posisinya. Dia sekarang nungging, kak Rudi berada didepannya, penisnya sedang dihisap mama. Kak Rudi terlihat menikmati isapan mama di batang penis nya. Aku berada dibagian pantat mama. Bongkahan pantatnya ku remas, batang penisku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Liang itu masih terasa sempit.
“Oohh…yeess…mmhh…sshh”. mama mendesah saat perlahan batang penisku masuk menusuk ke dalam vagina mami yang lembut dan hangat.Aku memaju-mundurkan pantatku. “Clook..clookk..clook” aku merasakan jepitan dan remasan otot vagina mami di batang penisku. Daging vagina mama yang lembu, basah dan licin semakin membuat gerakan keluar masuk penisku makin lancar. Sambil aku kocok penisku di dalam vagina mama, aku remas buah dada mama dari belakang dan juga aku cium bagian belakang lehernya. Aku remas pantat mama, aku belai tubuhnya yang maiknbasah oleh keringat. Aku pegang pinggang mama yang ramping sambil aku tarik seirama dengan gerakan tusukan penisku di dalam vagina nya. Mama tampak sangat menikmatinya. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan meremas payudaranya.

15 menit kemudian mama berbaring menyamping, kak Rudi menyetubuhi dari belakang. Pantat kak Rudi maju mundur, kaki kanan mama terangkat keatas, tangan mama mengocok-ngocok batang penisku. Suara erangan aku, rintihan nikmat kak rudi dan desahan mama memenuhi ruangan kamar mandi kami. Lalu, kak Rudi berbaring terlentang dilantai, mama naik diatas tubuhnya, penis kak Rudi berada diliang senggama mama, mama menaik turunkan pantatnya, sesekali mama membungkuk dan mereka saling mengulum di bibir.
“Maa, punyaku dimasukkan dimana niih” Tanyaku.
“Sini sayang masukkan di lubang pantat mama”. Kata mama sambil terengah-engah dan mendesah menikmati sodokan dari kak Rudi. Aku lalu jongkok di belakang tubuh mama, aku pengang pinggulnya agar pantat dan pinggul mama yang berputar dan bergoyang berhent, kak rudi tidak berhenti-hentiya meremas buah dada mama malah kadang mengulum putting payudara mama yang menbuat mama semakin keenakan. Aku lalu memasukkan batang penisku ke lubang anus mama. Aku rasakan lubang anus mama yang sempit dan juga hangat, dan dengan batual ludah gerakan masuk-keluar penisku di anus mama menjadi lancar.

Mama sangat menikmati perlakuan kedua anak kandungnya itu. Terlihat dari ekspresi wajah mama, mama mendesah nikmat, mengerang dan menjerit pelan saat kenikmatan yang mama rasakan makin memuncak. Nampak dicermin mama sedang disetubuhi oleh kedua anak laki-lakinya, posisi mama berada diantara aku dan kak Rudi.
“Sshh…sssshh..yeess..oohhyeee” celoteh mama yang makin tak kuasa menahan kenikmatan yang di berikan kedua anak kandung nya, dan benar tak lama tubuh mama tiba-tiba bergetar, bergidik dan diakhhiri desahan dan lengguhan panjang yang keluar dari mulut mama hingga tubuh mama abruk di atas tubuh kak Rudi. Kami yang menyadari mama telah orgasme mebiarkan beberapa saat untuk mama menikmati orgasmenya sebelum kami lanjutkan gerakan penis kami masing-masing di dalam tubuh mama.

Beberapa menit kemudian aku dan kak Rudi sudah hampir orgasme.
“Sini sayang,” kata mama. Mama jongkok dilantai, aku dan Rudi berdiri dedepannya. Mama mengocok dan mengulum penis kami berdua secara bergantian. Dan akhirnya ‘Crot..crot..crot..’ kami berdua orgasme, cairan sperma kami memancar hampir bersamaan. Aku dan kak rudi menikmati saat cairan kental dari penis kami muncrat dan memancar ke arah mulut mama. “srluup…srllllp… ” Mama menelan habis cairan kami. Sebelum menelan habis cairan sperma kami berdua, mama memainkan dulu cairan sperma kami berdua di mulutnya dan memperlihatkan kepada kami saat cairan putih kental itu memenuhi rongga mulut mama. Memang tidak semua cairan sperma kak rudi dan aku mama telan ada sebagian yang menyebar di pipi mama. Lalu akhirnya mama kembali menelan calon-calon cucunya lagi. Mama membersihkan bibirnya dari sisa air mani kami berdua dengan mengusapkan tangan nya, lalu kami berciuman.Lalu kamu bertiga mandi bersama-sama. Sampai sekarang kami bertiga sering bersetubuh. Kadang-kadang aku dan mama tanpa kak Rudi atau sebaliknya, tapi tanpa sepengetahuan papa.

Mama & Tante Rahma

Namaku Ronny, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.

Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rahma datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rahma berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rahma kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rahma adalah adik kandung Papa aku.


Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rahma. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.

Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.

Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.

"Ronny..!" panggil mama.
"Ya, Ma..." sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
"Ada apa, Ma?" tanya aku.
"Pijitin badan mama, Ronny. Pegal rasanya..." kata mama sambil tengkurap.
"Iya, Ma..." jawab aku.

Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, "Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih..." tanya aku.
"Emang kamu mau mijitan apa aja, Ronny?" tanya mama.
"Seluruh badan mama," jawab aku.
"Ya sudah, mama buka baju saja," kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
"Ayo lanjutkan, Ronny!" kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
"Mama tidak malu buka baju depan Ronny?" tanya aku.
"Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah," jawab mama sambil memejamkan mata.

Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai "memijit" paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

"Kok dilewat sih, Ronny?" protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
"Mm.. Ronny takut mama marah..." jawab aku.
"Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!" pinta mama.

Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.

Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

"Ronny, kamu ngapain?" tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
"Maaf, Ma..." kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
"Ronny tidak tahan menahan nafsu..." kataku lagi.
"Nafsu apa?" kata mama dengan nada lembut.
"Sini berbaring dekat mama," kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
"Sini berbaring Ronny," ujar mama lagi.
"Tutup dulu pintu kamar," kata mama.
"Ya, Ma..." kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.

Mama menatapku sambil membelai rambut aku.

"Kenapa bernafsu dengan mama, Ronny," tanya mama lembut.
"Mama marahkah?" tanya aku.
"Mama tidak marah, Ronny.. Jawablah jujur," ujar mama.
"Melihat tubuh mama, Ronny tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma..." kataku. Mama tersenyum.
"Berarti anak mama sudah mulai dewasa," kata mama.
"Kamu benar-benar mau sayang?" tanya mama.
"Maksud mama?" tanya aku.
"Dua jam lagi Papa kamu pulang..." hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.

Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

"Buka pakaian kamu, Ronny," kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.

"Kontol kamu besar, Ronny..." kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
"Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?" tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, "Belum pernah, Ma.. Mmhh..". Mama tersenyum, entah apa artinya.

Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

"Enak sayang?" tanya mama sambil menengadah menatapku.
"Iya, Ma.. Enak sekali," jawabku dengan suara tertahan.
"Sini sayang. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan..." ujar mama sambil menarik tanganku.

Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

"Ayo, Ronny.. Masukkan..." ujar mama sambil terus memandang wajahku.

Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

"Enak, Ronny?" tanya mama.
"Sangat enak, Ma..." jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
"Kenapa mama mau melakukan ini dengan Ronny?" tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.
"Karena mama sayang kamu, Ronny..." jawab mama.
"Sangat sayang..." lanjutnya.
"Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh..." lanjutnya lagi.

Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

"Ronny juga sangat sayang mama..." ujarku.
"Ohh.. Ronny.. Enakk.. Mmhh..." desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
"Mama mau keluar..." desah mama lagi.

Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

"Ohh.. Enak sayangg..." desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.

Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

"Ma, Ronny gak tahann..." ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.
"Keluarin sayang..." ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
"Keluarin di dalam aja sayang biar enak..." bisik mama mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

"Mmhh..." desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
"Terima kasih ya, Ma..." ujar aku sambil mencium bibir mama.
"Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!" kata mama.

Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rahma masih nonton TV. Tante Rahma memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.

Tiba-tiba tante Rahma bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,"ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?" tanya tante Rahma.
"Hayo, ngapain..?" tanya tante Rahma lagi sambil tersenyum.
"Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok..." jawabku.
"Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam," tanyanya lagi.
"Curigaan amat sih, tante?" kataku sambil tersenyum.
"Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu..." ujar tante Rahma sambil tersenyum.
"Kayak suara yang lagi enak..." ujar tante Rahma lagi.
"Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah..." ujarku sambil bangkit.
"Maaf dong, Ronny. Tante becanda kok..." ujar tante Rahma.
"Kamu mau kemana?" tanya tante Rahma.
"Mau tidur," jawabku pendek.
"Temenein tante dong, Ronny," pinta tante.

Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rahma.

"Ada apa sih tante?" tanyaku.
"Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja," jawab tante Rahma.
"Kamu sudah punya pacar, Ronny?" tanya tante Rahma.
"Belum tante. Kenapa?" aku balik bertanya.
"Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?" tanya tante lagi.
"Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau," jawabku.
"Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Ronny?" tanya tante Rahma pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

"Ni tante lagi horny kayaknya..." pikir aku.

Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rahma. Tante Rahmapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rahma. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.

"Mmhh.."

Suara tante Rahma mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rahmapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

"Ronny, pindah ke kamar tante, yuk?" pinta tante Rahma.
"Iya tante..." jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rahma.

Setiba di kamar, tante Rahma dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.

"Ayo Ronny, tante sudah gak tahan..." ujar tante Rahma sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rahma. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rahma sambil meremas buah dada yang satu lagi.

"Ohh.. Mmhh.. Ronnyy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh..." desah tante Rahma sambil tangannya memegang kepala aku.

Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rahma segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Rahma bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Rahma terutama bagian kelentitnya.

"Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang..." desah tante Rahma sambil badannya mengejang menahan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba tante Rahma mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

"Oh, Ronny.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh..." desah tante Rahma.

Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rahma, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rahma langsung membalas ciumanku dengan mesra.

"Isep dong kontol Ronny, tante..." pintaku.

Tante Rahma mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rahma dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rahma langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.

"Udah tante, Ronny udah pengen setubuhi tante..." kataku.

Tante Rahma melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

"Ayo, Ronny.. Tante sudah tidak tahan..." bisik tante Rahma.

Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek tante Rahma.

"Ronny kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan..." kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.
"Ah, biasa saja, tante..." ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rahma mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

"Ronny, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh..." desahnya.

Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

"Tente udah keluar, sayang..." bisik tante Rahma.
"Kamu hebat.. Kuat..." ujar tante Rahma.
"Terus setubuhi tante, Ronny.. Puaskan diri kamu..." ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.

"Ronny mau keluar, Tante..." kataku.
"Jangan keluarkan di dalam, sayang..." pinta tante Rahma.
"Cabut dulu..." ujar tante Rahma.
"Sini tante isepin..." katanya lagi.

Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rahma lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rahma banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rahma. Tante Rahma dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rahma.

Aku segera berpakaian. Tante Rahma juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

"Kamu hebat, Ronny.. Kamu bisa memuaskan tante," ujar tante Rahma.
"Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?" tanya tante sambil memeluk aku.
"Kapan saja tante mau, Ronny pasti kasih," kataku sambil mengecup bibirnya.
"Terima kasih, sayang," ujar tante Rahma.
"Ronny kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur," kataku.
"Iya, sana tidur," katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

"Ronny, semalam kamu ngapain di kamar tante Rahma sampe subuh?" tanya mama mengejutkanku.

Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,"Jangan sampai yang lain tahu ya, Ronny. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?" tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

"Iya, Ma.. Ronny suka tante Rahma," jawabku.
"Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian..." ujar mama.
"Kalian hati-hatilah..." ujar mama lagi.
"Kenapa mama tidak marah," tanya aku.
"Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab," ujar mama.
"Terima kasih ya, Ma..." kataku.
"Ronny sayang mama," kataku lagi.
"Ronny, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?" tanya mama.
"Bantu apa, Ma?" aku balik tanya.
"Mama ingin..." ujar mama sambil mengusap kontolku.
"Ronny akan lakukan apapun buat mama..." kataku. Mama tersenyum.
"Mama tunggu di kamar ya?" kata mama. Aku mengangguk..

Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rahma kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rahma kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.

Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.

Rabu, 23 Desember 2009

Mama Tiriku

Ini cerita asli seru banget, bercinta dengan mama tiri nya sendiri, dengan kenikmatan yang dia dapat dia pun menceritakan cerita seks dengan mama tirinya, atau mama tiri, Saat usia 10 tahun, Papa dan Mama bercerai karena alasan tidak cocok. Aku sebagai anak-anak sih nerima aja tanpa bisa protes. Saat aku berusia 15 tahun, Papa kawin lagi. Papa yang saat itu berusia 37 tahun kawin dengan Tante Nuna yang berusia 35 tahun. Tante Nuna orangnya cantik, setidaknya pikiranku sebagai lelaki disuia ke 15 tahun yang sudah mulai merasakan getaran terhadap wanita. Tubuhnya tinggi, putih, pantatnya berisi dan buah dadanya padat. Saat menikah dengan Papa, Tante Nuna juga seorang janda tapi nggak punya anak.

Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang gila-gilaan. Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota. Tinggallah aku dan ibu tiriku dirumah. Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Nuna yang sejak bersama Papa aku panggil Mama Nuna. Aku jadi akrab dengan Mama Nuna karena kemana-mana Mama minta tolong aku temenin. Dirumahpun kalo Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD. Aku senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.

Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Nuna tapi belom ada tanda -tanda kalo aku bakalan punya adik baru. Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota. Aku dan Mama Nuna semakin akrab aja. Sampai-sampai kami seperti tidak ada batasan sebagai anak tiri dan ibu tiri. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama. Mama Nuna mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun tidak bener-bener telanjang. Tapi terkadang aku suka menangkap basah Mama Nuna lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap habis mandi Mama pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.

Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci aku kepergok Mama Nuna masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku. Sampai suatu ketika, mungkin karena terdorong nafsu laki-laki yang mulai menggeliat diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar ketika melihat Mama sedang tiduran dikasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih. Aku terpana didepan pintu yang sedikit terbuka dan menikmati pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana pendekku. Ah, inikah pertanda kalo anak laki-laki sedang birahi? Batinku. Aku terlena dengan pemandangan Mama Nuna yang semakin hot menggeliat-geliat dan melolong. Tanpa sadar tanganku memegang dan memijit-mijit si otong kecil yang sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku seperti pengen pipis dan ahh koq pipisnya enak ya. Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mama Nuna yang lemas tertidur.

Kejadian seperti jadi pemandanganku setiap hari. Lama -lama aku jadi bertanya-tanya. Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari keseringan melihat pemandangan ini rupanya terekam diotakku kalau wanita cantik itu adalah wanita yang lebih dewasa. Wanita berumur yang cantik dimataku terlihat sangat sexi dan sangat menggairahkan.

Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku. Seperti biasa aku melongok ke kamar Mama. Kulihat Mama Nuna dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Kuberanikan untuk mendekat Mumpum perempuan cantik ini lagi tidur, batinku. Kalau selama ini aku hanya berani melihat Mama dari balik pintu kali ini tubuh cantik tanpa busana bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua lekuk liku tubuh Mama. Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas. Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mama Nuna, pelan, pelan. Mama diam aja, aku semakin berani. Kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh cantik Mama tiriku. Kuremas-remas buah dada ranum dan dengan naluri plus pengetahuan dari film BF aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap putting susu Mama. Mama masih diam, aku makin berani. Terispirasi film blue yang kutonton bersama temen -temen, aku tanggalkan seluruh pakaianku dan si otong dengan marahnya menunjuk-nujuk. Aku tiduran disamping Mama sambil memeluk erat.

Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Mama tiba -tiba bergerak dan membuka mata. Mama Nuna menatapku tajam.
“Ngapain Ndy? Koq kamu telanjang juga?” tanya Mama.
“Maaf ma, Andy khilaf, abis nafsu liat Mama telanjang gitu” jawabku takut-takut.
“Kamu mulai nakal ya” kata Mama sambil tangannya memelukku erat.
“Ya udah Mama juga pengen peluk kamu, udah lama Mama nggak dipeluk papamu. Mama tadi kegerahan makanya Mama telanjang, e nggak taunya kamu masuk” jelas Mama.
Yang nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mama mencium bibirku. Dia mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam. Aku bereaksi. Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas ciuman Mama tiriku yang cantik.

Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mama kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.
“Kamu sudah dewasa ya Ndy, gak apa-apa kan kamu Mama perlakukan seperti papamu” gumam Mama disela telusuran lidahnya.
“Punya kamu juga sudah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras dan tegang”, cerocos Mama lagi.
Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Mama lebih banyak aktif menuntun (atau mengajariku). Si otong kemudian dijilatin Mama . Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian. Lalu, punyaku dikulum Mama. Oh indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mama cantik ini seperti ini.

Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik tubuhku agar tiduran diatas tubuh indahnya. Mama kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan keselangkangan Mama. Aku hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya masuk ke vagina Mama tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Mama menarik pantatku dan menekan. Berasa banget punyaku masuk ke dalam punya Mama. Pergesekan itu membuat merinding. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan. Mama juga mengoyangkan pinggulnya. Mama yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda diatas pinggul Mama.
Tiba-tiba Mama berteriak kencang sambil memelukku erat-erat, “Andyy, Mama enak Ndy” teriak Mama.
“Ma, Andy juga enak nih mau muncrat” dan aku ngerasain sensasi yang lebih gila dari sekedar menonton Mama kemarin-kemarin.

Aku lemes banget, dan tersandar layu ditubuh mulus Mama tiriku. Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mama juga. Aku tersadar ketika Mama mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya. Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Akupun menyusul Mama dalam keadaan telanjang. Kuraba punyaku, lengket sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mama lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mama tiriku itu memang indah sekali. Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku menunjuk aku berjalan ke kamar mandi menghampiri Mama.
“Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak” kini aku yang meminta.
Mama memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamuipun melanjutkan kejadian seperti dikamar.

Kali ini Mama berjongkok di kloset lalu punyaku yang sedari tadi mengacung aku masukkan ke vagina Mama yang memerah. Kudorong keluar masuk seperti tadi. Mama membantu dengan menarik pantatku dalam -dalam. Nggak berapa lama Mama mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat di vagina Mama. Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit. Mama menciumku erat. Baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi dengan mamaku. Dlama posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali muncrat dari punyaku sementara Mama mengerang dan mengejang sambil memelukku erat. Kami sama–sama lunglai.

Setelah kejadian hari itu, kami selalu melakukan persetubuhan dengan Mama tiriku. Hampir setiap hari sepluang sekolah, bahkan sebelum berangkat sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun Papa ada dirumah. Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo Papa lagi tidur. Kehadiran Papa dirumah seperti siksaan buatku karena aku nggak bisa melampiaskan nafsu terhadap Mama. Aku sangat menikmati. Aku senang kalo Papa keluar kota untuk waktu lama, Mama juga seneng. Mama terus melatih aku dalam beradegan sex. Banyak pelajaran yang dikasi Mama, mulai dari cara menjilat vagina yang bener, cara mengisap buah dada, cara mengenjot yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperlakukan wanita dengan enak. Aku sadar kalo aku menjadi hebat karena Mama tiriku.

Sekitar setahun lebih aku menjadi pemuas Mama tiriku menggantikan posisi ayah. Aku bahkan jatuh cinta dengan Mama tiriku ini. Nggak sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun aku selalu memikirkan Mama dirumah, pengen cepet pulang. Aku jadi nggak pernah bergaul lagi sama temen -temen. Sebagai cowok yang ganteng, banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak tertarik. Aku selalu teringat Mama. Justru aku akan tertarik kalo melihat bu guru Ratna yang umurnya setua Mama tiriku atau aku tertarik melihat bu Henny tetanggaku dan temen Mama.

Tapi percintaan dengan Mama hanya bertahan setahun lebih karena kejadian tragis menimpa Mama. Mama meninggal dalam kecelakaan. Ketika itu seorang diri Mama tiriku mengajak aku nemenin tapi aku nggak bisa karena aku ada les. Mama akhirnya pergi sendiri ke mal. Dijalan mobil Mama tabrakan hebat dan Mama meminggal ditempat. Aku merasa sangat berdosa nggak bisa nemenin Mama tiriku tercinta. Aku shock. Aku ditenangkan Papa.
“Papa tau kamu deket sekali dengan Mama Nuna, tapi nggak usah sedih ya Ndy, Papa juga sedih tapi mau bilang apa” kata papaku.
Selama ini papaku tau kalo aku sangat deket dengan Mama. Papa senang karena Papa mengira
aku senang dengan Mama Nuna dan menganggapnya sebagai Mama kandung. Padahal kalau Papa tau apa yang terjadi selama ini. Aku merasa berdosa terhadap Papa yang dibohongi selama ini.

Tapi semua apa yang diberikan Mama Nuna, kasih sayang, cinta dan pelajaran sex sangat membekas dipikiranku. Sampai saat ini, aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Mama Nuna dulu. Aku mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama, sebaik Mama dan hebat di ranjang seperti Mama tiriku itu. Kusadari sekarang kalo aku sangat senang bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana. demikian cerita seks yang seru kali ini, sampai pada cerita lainnya ya!!!


Cerita pemerkosaan di perpustakaan

Cerita Seks – Cerita dewasa dari kami bagi anda pecinta cerita, blog ini gratis dari wordpress dan kami berikan artikel cerita dewasa gratis buat anda.

dodon tidak sedikitpun berniat untuk belajar atau membaca buku waktu dia ke perpustakaan kampus , kuliah aja dia jarang masuk. dia bermaksud untuk tidur, krn biasanya perpustakaan kampus , jam jam segini sepi , paling satu dua orang yg datang.

dodon kemudian mengambil bebrapa buku yg besar dan tebal dan mengambil tempat di meja paling ujung.
tapi baru saja ia hendak memejamkan mata, pandangannya terganggu oleh sebuah pemandangan. di meja depannya , duduk seorang gadis cantik dengan kaki indah yg terbalut jeans ketat , pantatnya terlihat padat , rambutnya yg panjang terikat ke belakang , kulit putih , bibir sexy, dan sweater pink yg dia pakai membuat dia tampak manis , apalagi buah dadanya terlihat cukup menonjol di balik sweater pink tsb.

kont*l dodon langsung menegang melihat perempuan di depannya, klo tidak salah gadis ini adalah mahsiswi tingkat pertama. gadis ini begitu asyik dengan bacaan dan catatannya, sehingga tak sadar sedari tadi dodon menatapnya penuh nafsu.

kurang lebih setngah jam kemudian gadis itu beranjak menuju kamar mandi , dodon memperhatikan sekitar, lalu kemudian mengikuti gadis itu ke kamr mandi. perlahan dia buka pintu kamar mandi , ia melihat gadis itu sedang di depa cermin , sambil membasuh muka.

tanpa buang waktu lagi , dodon lsg menerkam gadis itu, menutup mulutnya dengan seblah tangan dan menarik gadis itu ke salah satu ruang wc disitu. ia kunci pintunya , mendorong si gadis ke dinding,dan dengan tenaga dan badannya yg besar si gadis tak bisa bergerak tertahan.

si gadis mencoba bicara, namun mulutnya tertutup tangan dodon
“jangan teriak. klo berani kamu bakal menyesal” bisik dodon di telinga si gadis
perlahan dodon melepas bekapannya, si gadis kelihatan takut dan terpaku,
tangan dodon perlahan meremas pantat si gadis yg padat.
si gadis hendak menjerit namun krn takut ancaman dodon ,ia kembali terdiam.

si gadis mulai menangis, tapi tangisan itu membuat kecantikan gadis itu makin terlihat ,ia tidak melawan saat pantatnya diremas remas dodon.
namun saat dodon hendak menarik lepas sweaternya , ia berontak , walaupun akhirnya dodon berhasil melepas sweater pink itu. ternyata si gadis dibalik sweater pink itu hanya memakai kaos putih ketat, buah dadanya terlihat menonjol sempurna, apalagi ternyata ia tidak memakai bra, sehingga putingnya mencuat menggairahkan di balik kaos. pemandangan yg membuat dodon tersenyum, what a sexy body.

si gadis menyilangkan tangannya di dada , sadar jika buah dadanya terlihat.
“tolong..jangan…saya masih perawan…”si gadis memohon
“siapa nama kamu …cantik.?”
“diana…tolong lepasin saya…saya kasih apa aja..asal lepasin saya….”

“nama yang indah” kata dodon sambil meremas buah dada diana, sempat berontak kemudian dodon mengancam diana,
“diam…atau gue harus iket tangan elo, ato gue bakal panggil temen temen gue…
jangan melawan, loe cuman layaninn gue doang.”

perlawanannya perlahan melemah, membuat dodon bebas meremas dan memainkan puting diana yg masih terbalut kaus ketat. sambil tetap meremas buah dada diana , satu tangan dodon membuka kancing jeans diana,menurunkan seletingnya,dan menurunkan perlahan jeans tsb. ia lihat kebawah , ia lihat diana memakai celana dalam putih yg sangat sexy. ia dengan segera melucuti kaos ketat diana, dan menarik lepas celana dalam diana.

ia memandangi tubuh diana yg indah tanpa selembar benangpun, ikat rambutnya dodon buka sehingga rambutnya hitam teruarai menambah kesexyan diana.
dodon lantas menyuruh diana membuka satu persatu pakaian dodon.
begitu celana terakhri dodon terlepas, ia menyuruh diana berlutut dan mengulum kont*lnya yg besar.

diana menolak, meski kont*l dodon terus dipaksakan masuk , diana tetap tak mau mebuka mulut , sehingga dodon harus memijit hidung diana dengan keras ,sehingga mulutnya terbuka, sekejap pula ia memasukan kont*lnya ke dalam mulut diana.

dengan paksa dodon mengerak gerkan kepala diana maju mundur, awalnya diana tidak melakukan apapun, namun akhirnya ia mulai memainkan lidahnya , kont*l dodon ia jilati , dan kadang ia sedot dng kuat, membuat dodon mendesisi keenakan.
sampai akirnya ketika dodon keluar, diana terpaksa menelen sperma dodon.

ketika giliran dodon menyentuh vagina diana ia merasakan vagina tsb sudah basah.
“oohhmm..kamu suka juga kan ternyata…dasar muna loo..”
muka diana terlihat memerah menahan malu.
kini giliran dodon yang berlutut di depan diana dan menjilati vagina diana.
permainan lidah dodon di vaginanya membuat diana merintih, mendesah , dan mengerang, apalagi buah dadanya kembali di remas dodon.

setelah dirasa cukup basah, dodon mebaringkan diana di lantai wc yg dingin, tanpa basa basi langsung menusukkan kont*lnya ke vagina diana, ternyata masih sempit dan memang diana masih virgin.
butuh usaha keras bagi kont*l dodon untuk menembusnya , hingga akhirnya seiring jeritan diana, darah perawan mengalir.
dodon terus mendorong , cepat dan makin cepat , teriakan tangangisan , erangan dan rintihan diana menjadi stimulus untuknya.
hingga akhirnya diana menjerit tanda orgasme, membuat dodon makin semangat, buah dada diana bergoyang seirama dengan gerakan maju mundur dodon.
begitu orgasme , dodon sambil pual meremas keras buah dada ranum diana, sehingga diana menjerit kesakitan.

dodon tertawa puas, siapa bilang ke perpustakaan tak ada gunanya……

Sekian, nantikan cerita seks kami selanjutnya hanya untuk anda yang suka cerita seks bebeas, cerita dewasa dan cerita porno

November 2, 2009 Posted by fotocewekcantik | umum | , , , | No Comments Yet

Janda Nakal

Cerita seks – Namanya Jackal. Usianya 30an, orangnya biasa saja. Tingginya pun hanya 174cm dengan berat 70kg. Itu sedikit berlebihan untuk orang setinggi dia. Mungkin bisa dimaklumi, karena pekerjaan yang digelutinya sebagai koki. Walaupun banyak koki yang berat badannya ideal dengan tingginya. Kita maklumi sajalah berat badan Jackal itu.

Ok, saya rasa itu cukup penjelasan mengenai Jackal. Oh.. hampir lupa. Jackal masih hidup sendiri. Bukan berarti dia tidak pernah hidup berdua. Yang jelas, untuk sekarang ini Jackal masih sendiri. Setidaknya untuk sementara ini, mungkin itu harapannya.

Beberapa tahun yang lalu saat Jackal berada di Indonesia untuk mengunjungi adik adiknya, sambil (tentu saja) menghibur dirinya yang telah bekerja keras di negara kanguru. Jackal selalu berlibur ke Indonesia 2 sampai 3 kali dalam setahun.

Pagi itu kurang lebih pukul 7 pagi, Jackal berada di salah satu rumah makan import di daerah Blok M. Jackal kesitu bukan sengaja untuk sarapan, tapi dia ingin menunggu bus untuk menuju airport. Namun bila hanya duduk disitu, tentu saja akan di usir, maka dia memesan paket sarapan.

Tidak lama setelah makanan yang dipesannya itu datang, masuklah seorang gadis dengan seragam sekolah abu abu. Menurut Jackal tinggi gadis itu kira kira 155cm, kulit agak hitam, berambut lurus panjang meliwati bahunya. Yang menarik bagi Jackal adalah, gadis itu imut sekali, walau terlihat sekilas agak judes.

Dengan cepat gadis itu menuju ke toilet dan lenggak lenggok yang sedikit (menurut Jackal) dibuat buat. Jackal terus menikmati sarapannya. (hanya kopinya saja). Kentang dan cheese burgernya tidak dimakan. Belum lagi Jackal selesai menelan tegukan kopinya.

Gadis yang tadi keluar dari toilet tanpa seragam abu abunya, sudah berganti dengan T-shirt warna biru muda, dan celana jeans ketat, sehingga tubuh kurusnya semakin nampak. Gadis itu melirik sedikit kearah Jackal dan melempar senyum sinisnya sambil menuju pintu keluar.

Merasa dirinya ditantang, maka Jackal menegur gadis itu. “Mau bolos yah dik?”
Gadis itu berhenti, “Mau tauuuuu aja.” Jawabnya singkat. Dan tangan gadis itu sudah hampir mendorong pintu kaca untuk keluar.
“Mau ikut saya gak?” Jackal tidak putus asa. Namun gadis itu tidak menjawab, Dia terus melangkah keluar. Jackal hanya tersenyum sendiri. Gadis itu sudah berada disisi bagian luar, namun matanya masih melihat kea rah Jackal. Dengan rasa percaya diri Jackal memberi kode dengan tangannya, agar gadis itu kembali kedalam.
Rupanya gadis itu tergoda juga, dia masuk kembali dan langsung menghampiri dimana Jackal duduk.

“Kenapa?” Dengan ketusnya gadis itu mengeluarkan kata
“Mau ikut saya?” Jackal mengulangi pertanyaannya dengan senyum dan mata menatap tajam tepat ke mata gadis itu
“Mau kemana emangnya mas?. Gila ketus banget nyebut ‘mas’ nya.
“Ke Surabaya,mau ikut? Nanti sore kita pulang lagi.”
“Gak bisa mas, saya dah janji ama temen” Gadis itu menolak, namun masih berdiri disitu.
“Temen bisa lain kali, sama saya cuma sekali ini” Goda Jackal dengan yakinnya.
“Bener nih nanti sore pulang? Soalnya saya gak bisa kalau gak pulang.”
Hilang sudah wajah judesnya, yang ada wajah kekanak kanakan nya.
“Kalau pesawatnya tidak ada halangan, kita balik hari ini juga. Sore atau malam nya aku gak janji.” Jawab Jackal, sambil mempersilahkan gadis itu duduk.
“Mau sarapan? Nama kamu siapa?”
“Udah tadi, saya Nana., mas siapa?”
“Saya Jackal, minum?.”
“Gak usah terima kasih, ke Surabaya ngapain Jack?”
“Mau anterin titipan orang.” Jawab Jackal sambil menunjuk bungkusan disampingnya.
“Kamu sering bolos yah, kelas berapa sih?” Lanjut Jackal lagi.
“Gak juga, baru satu.”
“Gila, kelas satu SMA aja sudah sering bolos, sekolahnya dekat sini yah?”
“Gak usah sampe gila gitu kali Jack, iya deket deket sini.”
“Bener nih gak mau sarapan? Kita sudah mau jalan nih, bisnya mungkin sudah ada.”
“Iya bener, masih kenyang nih, ayo jalan deh. Tapi bener kan pulangnya hari ini juga?”
“Aduh, kalau ragu, yah udah gak usah ikut.” Kata Jackal meyakinkan.
“Iya deh iyaaaa”. Nana akhirnya menyerah juga. “Kukabarin temen dulu yah, tar dia tungguin, kesian” Nana melanjutkan lagi

Jackal hanya menganggukan kepalanya saja.

Pesawat take off 30 menit terlambat dari jadwalnya. Nana tampak serius melihat pemandangan dibawah dari kaca pesawat. Untung saja penumpang yang seharusnya duduk di samping jendela itu bersedia mengabulkan permohonan Jackal untuk tukeran kursi dengan Nana.

Seperti biasanya dengan tujuan Surabaya, pesawat agak goyang, dan itu membuat Nana tiba tiba menggenggam erat tangan Jackal. “Jack, kenapa nih?” Nana ketakutan.
“Gak apa apa, biasa gini.” Jawab Jackal singkat sambil senyum melihat wajah Nana yang ketakutan. “Kamu baru sekali ini yah naik pesawat?”

Tanya Jackal sambil menatap wajah Nana lagi.

“Iya nih, se umur umur baru kali ini, serem juga Jack.” Nana tersenyum sambil melepaskan tangan Jackal dari genggamannya.

Nana kembali menikmati pemandangan melalui jendela, Jackal pun kembali membaca koran yang disediakan oleh pesawat itu.
Pesawatpun mendarat dengan baik. Jackal dan Nana sudah berada didalam taxi menuju hotel dimana Jackal biasa bermalam tiap kali dia berkunjung ke Surabaya.

Awalnya Nana protes untuk tidak mau ke hotel.

“Kenapa gak langsung anterin aja barangnya Jack? Kenapa harus ke hotel?”
Jackal mengerti kenapa Nana mengajukan protesnya. Mungkin dia takut di hotel akan terjadi apa apa dengan nya.

“Aku sudah janjian dengan orang itu untuk mengambil barangnya di hotel yang kita tuju ini.” Jawab Jackal, coba meyakinkan Nana sambil memanggil taxi.

Wajah Nana masih mengandung ke tidak puasan. Itu terlihat dari bentuk bibir mungilnya membentuk cemberut. Namun Nana tidak menolak untuk memasuki taxi ketika Jackal membukakan pintu bagian belakangnya. Sedangkan Jackal duduk di depan.

“Selamat siang pak Jack, baru sampe yah?”
“Selamat siang mbak An, iya nih. Terlambat tadi pesawatnya. Kamar saya ada kan?”

Jackal bertanya sambil menyerahkan kartu kreditnya.

“Biasa jadwal penerbangan disini begitu. Sudah pak Jack, kamarnya sudah kami siapkan. Pak Jack gak pernah bermalam di Surabaya yah? Soalnya kalau dilihat datanya, selalu hanya satu hari saja” Mbak An bertanya tanpa memandangku. Matanya tertuju pada computernya.

“Iya nih mbak, mau sih bermalam disini, tapi masih agak repot juga. Soalnya waktu berlibur saya terbatas sekali.

Mbak An adalah petugas resepsionis dihotel yang sudah Jackal booking dua hari lalu. Jackal mengenal mbak An 6 bulan lalu, ketika Jackal menginap di hotel itu juga. Terlihat mbak An sibuk dengan computernya untuk memasukan data check in Jackal.

“Bagaimana dengan bulan madunya mbak An?” Jackal bertanya lagi.
“Wah pak Jack tahu yah? Biasa aja, kami tidak kemana mana hanya dalam kota saja.”
“Dalam kota apa dalam ruangan khusus nih?” Jackal bertanya dengan nada humor.
“Pak Jack nih, suka ngeledek aja deh.” Mbak An terlihat agak malu.
“Kira kira tiga bulan lalu saya kesini, mbak Lusi bilang kamu sedang cuti nikah. Saya merasa terlambat tuh.” Jackal mencoba untuk bercanda lagi sambil tersenyum.

“Ah…pak Jack ini bisa saja. Ini kuncinya pak, kamar 412 seperti permintaan bapak.”

Mbak An menjawab sambil tersenyum agak malu dengan candanya Jackal. Kemudian mbak An menyerahkan sehelai surat untuk ditanda tangani oleh Jackal dan kartu kreditnya.

“Terima kasih mbak. Oh ya, apakah ada biaya tambahan untuk keponakan saya ini?”

Jackal bertanya sambil menoleh ke Nana. Sedangkan Nana hanya diam dengan bingung.

“Oh, keponakan bapak yah? Hi apa kabar? Saya Anita.” Mbak An mengucapkan salamnya pada Nana.
“Baik, mbak.Saya Nana” Jawab Nana sambil bingung menoleh kepada Jackal.
“Tidak perlu biaya pak. Kan sekamar aja.” Jawab Mbak An sambil melihat kearah Jackal kemudian melirik sekilas ke Nana, dan kembali melihat Jackal sambil tersenyum.

Jackal hanya mengangkat kedua bahunya, seolah menjawab mbak An.
“Terima kasih mbak An.” Jackal pamit sambil tetap tersenyum kea rah mbak An.
“Sama sama pak Jack.” Mbak An menjawab dengan senyumnya yang manis.
“Mari mbak.” Nana pamit ke mbak An
“Silahkan mbak.” Mbak An menjawab salam pamit Nana.

Senyum mbak An manis. Dengan satu lesung pipit dipipi kanannya, membuat dia selalu nampak menarik untuk dipandang pada usianya yang kira kira hampir 30 itu.

Sambil menuju kea rah lift yang terletak di belakang meja resepsionis Jackal menelephone seseorang, memberi tahukan bahwa dia sudah sampai, Jackal juga memberi tahukan hotel dan nomor kamar yang ditempatinya. Baru saja Jackal menutup handphonenya. Tiba tiba Nana ..
“Ponakan….ponakan dari Jepang.” Nana protes, karena Jackal perkenalkan sebagai keponakannya kepada mbak An tadi.

Jackal tak bisa menahan tawanya mendengar protes Nana dengan tiba tiba itu.

“Jadi maunya kukenalkan sebagai apa? Cewekku?” Jawab Jackal sambil tetap tertawa.

“Uuuuh tambah parah kalo gitu. Mendingan ponakan deh.” Jawab Nana sambil mencubit lengan Jackal.

Jackal hanya tersenyum, menerima perlakuan itu.
Pintu lift terbuka, baru saja Jackal dan Nana mau memasuki lift itu, terdengar;

“Pak Jack, apa kabar?” Rupanya pak Joko, manager hotel itu yang berada dalam lift tadi.
“Hi, baik pak Joko. Gimaman kabar bapak?” Jackal balik bertanya.
Pintu lift tertutup kembali, sebelum kami sempat memasukinya. Dan pak Joko meminta maaf untuk itu. “Tidak apa apa pak, gimana kabar bapak?” Jackal mengulangi kembali pertanyaan yang belum terjawab tadi.

“Oh saya baik saja pak Jack. Baru tiba? Apa akan bermalam kali ini pak Jack?” Pak Joko kembali bertanya.
“Waduh, maaf lagi deh pak, belum bisa rasanya kali ini juga. Masih sibuk pak.” Jackal menjawab pak Joko. Memang sudah berkali kali pak Joko meminta agar Jackal dapat bermalam di situ, karena pak Joko ingin ngobrol lebih banyak mengenai perhotelan.

“Wah saya harus menunggu lagi dong nih?” Dengan segala kerendahan dari pak Joko.

“Sudah ketemu dengan Anna? Dia masuk hari ini.” Pak Joko melanjutkan sambil memberi tahukan bahwa Mbak An sudah masuk kembali.
“Iya pak sudah. Tadi dia yang mengurus check in saya.” Jawab Jackal.
“Kenalkan pak, ini keponakan saya, Nana.” Kucoba perkenalkan Nana ke pak Joko.
“Selamat siang, saya Joko.” Begitu pak Joko perkenalkan dirinya pada Nana.
“Selamat siang.” Jawab Nana sambil menjawab uluran tangan pak Joko untuk berjabat.

Terdengar pintu lift terbuka kembali, sepasang lanjut usia keluar dari lift itu.
“Silahkan pak Jack, nanti kita ngobrol lagi, bila pak Jack tidak keberatan.” Pak Joko mempersilahkan Jackal dan Nana memasuki lift, sambil coba menahan pintu lift agar tidak tertutup kembali.
“Terima kasih pak, saya akan hubungi pak Joko nanti sebelum saya ke air port.” Jackal menjawab sambil memasuki lift.
“Mari pak” Rupanya Nana pamitan dengan pak Joko.
“Silahkan Mbak” Jawab Joko sambil menundukan badan sewajarnya menjawab Nana.

Pak Joko sudah lama menjadi manager dihotel itu. Pertama kali Jackal berkenalan dengan pak Joko kira kira dua tahun lalu. Karena segala kerendahan dan kebaikan pak Joko lah,
Jackal selalu bermalam disitu bila Jackal sedang berlibur ke Surabaya. Dan pak Joko pula yang memperkenalkan semua pegawainya kepada Jackal termasuk mbak An. Namun hanya beberapa yang dapat di ingat oleh Jackal.
Didalam lift mereka hanya diam, hanya sesekali Jackal melirik Nana sambil tersenyum. Sedangkan Nana hanya melihat kearah nomor nomor petunjuk lantai yang telah diliwati oleh lift itu.

Baru saja kuletakan coba menghidupkan TV dalam kamar;
“Pak Joko itu siapa sih Jack?” Tanya Nana sambil membuka lemari es kecil, karena tak ada yang membuatnya tertarik, ditutup lagi kulkas itu.

“Pak Joko itu manager general manager di hotel ini.” Jawab Jackal sambil tetap mencoba mencari saluran TV yang di inginkannya.

“Masih muda banget yah orangnya.” Nana melanjutkan sambil membuka sebungkus kacang yang diambil dari meja kecil dimana biasanya kopi dan the disediakan.

“Bolehkan?” Nana bertanya lagi sambil memasukan beberapa kacang ke dalam mulutnya.

“Nanya nya sudah dibuka.” Jawab Jackal sambil berpura pura protes.
“Paling umurnya sekitar 20an tuh, pak Joko tadi.” Nana masih persoalkan pak Joko.

“Wah, untung bener pak Joko dibilang masih umur 20an, dia sudah umur 30an tuh, hampir sama dengan aku.” Jackal menjawab, sambil menuju ke kamar mandi. Meliwati Nana yang sedang berbaring dengan kaki terjuntai dan digoyangkan nya.

“Mungkin pak Joko gak pernah bolos seperti kamu, waktu sekolah dulu.” Lanjut Jackal lagi. Nana merasa tersinggung, kemudian dia mencoba menghalangi langkah Jackal dengan kakinya. Namun Jackal dapat menghindari dengan cepat sambil senyum. Belum selesai Jackal kencing, Nana mengetuk pintu kamar mandi “Jack, ada yang pencet bell tuh.”
“Iya aku denger, liat gih siapa yang dateng?” Jawabku sambil menaikan resleting celanaku.

“Kamu aja gih, aku gak tau.” Suara Nana masih dibalik pintu.

“Aduuuuh kamu tuh, gak mau apa males sih?” Jackal coba mencubit hidung Nana.

“Aaww, sakit nih.” Nana protes karena terlambat untuk menghindari cubitan Jackal.

Bell kembali terdengar, Jackal cepat menuju pintu. Dengan mengintip dari lubang kecil dipintu, Jackal kemudian membuka pintu itu. “Lama bener sih, lagi ngapain?” Suara wanita protes sambil melangkah masuk. Jackal menutup kembali pintu, dan mengikuti wanita itu. “Ku di kamar mandi tadi, lagi tanggung.”Jawab Jackal singkat.

Nana tidak terlihat dikamar itu, namun belum sempat kupanggil, terdengar suara air di kamar mandi. Tak lama kemudian Nana keluar dengan senyum memandang kea rah wanita tamu nya Jackal itu.

“Kenalin itu Nana, keponakanku dari Jakarta, Nana ini Magda.” Nana dan Magda saling berjabat tangan. Namun Magda tak mampu menyembunyikan wajah bingungnya dariku.

“Mana titipanku?” Magda membuyarkan suasana hening sejenak tadi.
“Oh…ini, mudah mudahan seperti yang kamu harapkan.” Jawab Jackal sambil meraih bungkusan yang tadi diletakan di samping TV, dan memberikannya pada Magda.

“Kalau salah sih keterlaluan banget kamu tuh. Berarti dari dulu gak berubah juga.”

Magda menerima bungkusan yang diberikan oleh Jackal.

Itulah Magda, yang selalu menilai negative terhadap Jackal. Namun Jackal selalu mengalah. Jackal selalu mengalah agar terhindar dari keributan dengan Magda. Padahal kalau di ingat, tidak semua karena kesalahan Jackal.
“Berapa duit nih?” Magda bertanya mengenai titipannya itu
“Gak usahlah, gak terlalu mahal juga.” Jackal coba menolak penggantian yang ditawarkan oleh Magda. Kulihat Nana sedang menikmati pemandangan diluar melalui kaca jendela, entah Nana benar benar menikmati, atau hanya tidak tahu lagi mau berbuat apa dalam situasi seperti itu. Nana baru mengenal Jackal beberapa jam lalu, ditambah kedatangan Magda beberapa menit lalu.

“Bener nih, gak usah?” Magda meyakinkan. Jackal hanya menganggukan kepala.

“Ya sudah, kupergi dulu yah. Kapan kamu balik?” Magda bertanya lagi sambil melangkah kearah pintu keluar.

“Saya pulang dulu yah…siapa namanya tadi?” Magda pamitan pada Nana.
“Mari silahkan, Nana, nama saya Nana.”
“Maaf nih cepat lupa.” Magda membals Nana. Sedangkan Nana hanya tersenyum.

“Pesawat jam 7 malam nanti.” Jawab Jackal pada pertanyaan Magda tadi, sambil mengikuti langkah Magda.

“Balik ke Melbourne maksudku.” Magda memperjelas pertanyaan nya.
“Oh sorry. Minggu sore.” Jackal menjawab dengan tangannya membuka pintu.

“Lusa dong?” Magda lagi. Jackal hanya menganggukan kepalanya saja.
“Setahuku kamu tidak punya keponakan seperti dia itu.” Magda berkata dengan suara yang direndahkan ketika keduanya sudah berada diluar kamar. Dia mempersoalkan Nana.

“Iya aku tahu, ceritanya panjang deh.” Jackal menjelaskan.
“Tadi waktu kamu bilang, lagi tanggung. Tanggung ngapain?” Magda bertanya lagi masih dengan suara yang direndahkan namun dengan penuh keingin tahuan.

“Tadi aku sedang kencing. Aduuuh kamu tuh selalu negative tentang aku.” Jackal mulai kesal dengan segala asumsi Magda.
“Tadi dia juga baru keluar dari kamar mandi waktu ku masuk.” Magda masih berkeras.

“Terserah kamulah, biarpun asumsi kamu benar, memangnya apa urusannya dengan kamu!” Jackal menjawab dengan kesal, namun masih dengan nada yang rendah.

“Ya sudah, kupulang. Suamiku menunggu dibawah.” Magda pamit sambil melangkah pergi menuju lift yang hanya berjarak dua pintu dari kamar Jackal.

“Ok, hati hati. Salam untuk Dion.” Jackal kembali memasuki kamarnya.
“Kamu tuh yang hati hati, main cewek sembarangan” Terdengar suara Magda ketika Jackal baru saja mau menutup pintu kamarnya.

“Magda tuh siapa Jack?” Nana bertanya tanpa menoleh pada Jackal. Matanya serius pada acara di TV.

“Magda? Hanya temanku.” Sudah ah, mau tahu aja kamu tuh masih kecil.
“Magda orangnya cantik, tinggi. Seksi lagi. Itunya gede banget Jack.”
“Kamu jangan sok menilai ah. Seksi segala, memangnya kamu tahu seksi itu apa?”

“Yeeeee aku nih sudah dewasa Jack. Seksi itu yah yang seperti Magda itu, tinggi, badannya ramping, itu nya gede.” Nana melanjut dengan duduk dikasur dan kaki terlipat.

“Apanya yang gede?” Tanya Jackal pura pura tidak mengerti.
“Ininya.” Jawab Nana sambil kedua tangannya coba mengangkat kedua buah dadanya yang berukuran kecil itu.

“Eeeehhhh, kamu tuh kecil kecil sudah berani manas manasin orang dewasa yah.”
“Siapa yang manas manasin, yeeeeee. Akukan jawab pertanyaan kamu. Lagian masa gini aja manas manasin sih?. Norak banget deh kamu tuh Jack?!”

Jackal tidak komentar lagi. Dia masuk kamar mandi. Sebentar lagi dia harus ke airport untuk kembali ke Jakarta. Belum sempat Jackal menutup kamar mandi….

“Jack, selama ini sudah berapa wanita yang tidur dengan kamu?” Pertanyaan Nana itu membuat Jackal kaget sebentar, muka Jackal memerah. Kemudian Jackal tertawa lepas.

“Kamu ini, pertanyaan nya menjurus sekali sih?”
“Yah, jawab aja, gak usah malu gitu Jack.”
“Lumayanlah, gak terlalu banyak juga.” Jackal kemudian menutup pintu kamar mandi.

“Gila juga tuh anak, nanya nya yang gak gak aja. Kecil kecil sok dewasa.” Jackal bicara dalam hati. Sambil membuka pakaiannya, kemudian Jackal mandi.

Selesai mandi, Jackal mengeringkan tubuhnya. Dengan handuk masih ditangannya, Jackal membuka pintu kaca ruang mandinya. Namun Jackal kaget sekali. Dengan cepat Jackal menutupi bagian bawah tubuhnya. “Hi! Ngapain kamu tuh?” Jackal sedikit membentak kearah Nana yang sedang kencing.

“Waduh, kamu tuh ngagetin aja sih?” Nana menjawab sambil meneruskan kencingnya.

“Kamu kan tahu, aku sedang mandi, gak bisa nunggu apa?”
“Yah gak usah bentak gitu kaliiiii, aku gak tahan mau kencing tauuu.” Nana masih santai menjawab Jackal, kemudian Nana tertawa sambil menaikan celana dalamnya, setelah membersihkan kemaluannya dengan tisiu yang tergantung disebelahnya.

“Bukannya mikir, malah ketawa. Dasar anak kecil.” Jackal menggerutu sambil memakai celana dalamnya dengan handuk masih menutupi bagian bawah tubuhnya.

“Kukira punya kamu super gedeeeee gitu” Nana masih dengan tawanya
“Jadi kamu dari tadi disini?” Jackal memutar tubuhnya melihat Nana yang berjalan keluar kamar mandi.

“Gak juga, tapi lumayanlah bisa liat kamu bersihin punya kamu itu.” Terdengar jawaban Nana dari arah luar.
Jackal tidak menjawab, hanya hatinya masih kesel dengan kelakuan Nana tadi.

Jackal keluar kamar mandi sudah dengan pakaian lengkapnya. Sedangkan Nana masih senyum senyum tanpa melihat kea rah Jackal. Dan itu membuat Jackal jadi penasran.

“Kenapa senyum? Gila yah?” Jackal melirik sebentar kea rah Nana
“Ku kira dengan badan kamu yang segitu, punya kamu gedeee gitu.”
“Wah, kamu nih dari tadi ituuu aja pikirannya, porno banget sih kecil kecil kamu nih?”

“Bukan gitu, temenku dikelas cerita, kalau orang dengan potongan seperti kamu tuh, itu nya gedeeeeee, ternyata gak juga ya.” Kali ini Nana melihat kearah Jackal.

“Udah ah, ayo siap siap, kita makan terus pulang. Kamu nih ada ada aja.”
“Saya juga pernah liat bf, itu cowoknya gedeeee, banget. Gemuk gitu. Panjang lagi. Waktu dimasukin, ceweknya meringis.” Nana melanjutkan sambil masuk kamar mandi

“Meringis ke enakan tuh, bukan kesakitan.” Rupanya Jackal mulai terpancing oleh situasi.
“Jack, kamu pernah ukur punya kamu gak?” Nana selesai menyisir rambutnya.

“Ngapain di ukur, memangnya mau dijual?” Kali ini Jackal yang tertawa.
“Yah, ku mau tahu aja gitu.” Jawab Nana sambil menaruh kembali sisir di tas nya.

“Katanya udah liat tadi, yah kira kira aja sendiri.”
“Udah liat sih tadi, tapikan gak jelas banget, kacanya ber uap sih”
“Jadi?”
“Yah kalau boleh sih, mau liat lagi gitu maksudnya, ha ha ha ha” Nana terbahak
“Udah udah, ayo kita pergi.” Jackal jadi salah tingkah oleh perkataan Nana tadi.

“Uuuuuh pelit banget, malu yah dibilang gak gede tadi?” Nana memancing
“Yeeeee nih anak, nantangin yah?” Jackal menghampiri Nana
“Lagian mau liat aja gak boleh?!” Nana coba menghindar dari Jackal.
“Ok, nih liat!” Jackal membuka celana jeans nya, kemudian meraih miliknya keluar dari celana dalamnya. Milik Jackal masih belum berdiri.

“Nah gitu donk, susah banget dari tadi.” Nana menghampiri Jackal, kemudian duduk dipinggiran tempat tidur, sedangkan Jackal berdiri tepat di depannya. Dan itu membuat milik Jackal tepat di depan muka Nana.
“Lucu yah bentuk nya. Ber urat gitu. Ujungnya kaya mulut ikan Dolpin ha ha ha.” Nana terbahak lagi.

“Udah?” Jackal mulai menaikan celana dalamnya, agar miliknya kembali ketempatnya.

“Tar dulu Jack. Keluarin lagi dong” Nana mencoba menahan sambil tangannya memegang tangan Jackal agar tidak tidak menaikan celana jeans nya. Jackal menuruti kemauan Nana. Kali ini miliknya mulai ada reaksi. Mungkin karena situasi dan kelakuan Nana yang membuat Jackal jadi hanyut dalam nafsunya.

“Wah mulai bengkak nih?! Komentar Nana sambil tangannya mulai berani menurunkan celana dalam Jackal, agar semua milik Jackal bisa keluar dari sarangnya.

Dan semua itu membuat milik Jackal jadi bertambah besar. Sedangkan Nana semakin konsentrasi dengan pemandangannya.
Jackal dapat merasakan hembusan nafas Nana menerpa milik Jackal yang semakin membesar.

“Wah, gede juga Jack.” Kali ini Nana menyentuh milik Jackal, dan itu membuat milik Jackal jadi berdenyut membesar. Karena genggaman Nana, Jackal merasa padat sekali miliknya itu dalam genggaman Nana. Dan Nana mulai memainkan milik Jackal, sedangkan Jackal tidak bisa menyembunyikan desahannya. Nana mendongak keatas untuk melihat wajah Jackal.

“Enak Jack?” Nana mengajukan pertanyaan bodohnya. Tentu saja enak.
“Hemm” Hanya itu yang keluar dari mulut Jackal.

Nana meneruskan perbuatannya dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya meraih tangan kanan Jackal dan diarahkan ke buah dadanya yang tidak besar itu.

Jackal menuruti tuntunan tangan Nana. Jackal menyusupkan tangannya dari atas kedalam bh Nana meliwati T-shirt Nana yang agak longgar. Kali ini Nana yang mendesah.

“Aaaaahhh, enak banget Jack.” Tanpa meminta persetujuan Jackal Nana menurunkan celana Jackal, hingga semua celana Jackal sudah berada disebatas mata kaki Jackal.

Nana mulai menciumi milik Jackal, sehingga semakin berdenyutlah milik Jackal itu. Apalagi tangan kiri Nana sudah berada dibelakang tubuh Jackal, tangan itu seakan menarik agar milik Jackal semakin dekat dengan wajah Nana. Entah disengaja atau tidak oleh Nana, tangan itu meremas bongkahan pantat Jackal. Membuat Jackal semakin terbuai. Tidak ada lagi dipikirannya bahwa yang ada dihadapannya hanyalah anak yang masih dibawah umur, tidak ada lagi pikiran untuk segera ke air port, tidak ada lagi pikiran apapun. Yang ada hanyalah kenikmatan dan kenikmatan.

Nana masih menciumi milik Jackal, ujung milik Jackal pun tak lepas dari ciumannya.

Jackal semakin malayang. Jari tangan Jackal memelintir putting Nana yang masih sangat kecil itu. Nana mendesah, dijawab dengan desahan oleh Jackal. Mata Jackal terpejam, kenikmatan akan lebih terasa dengan mata terpejam, mungkin itu maksud Jackal.

“Oooooohhh sssshhhh” Jackal mendesah kencang, ketika dirasakan kehangatan yang basah di bagian kepala milik Jackal. Rupanya Nana telah memasukan nya kedalam mulutnya. Jackal memelintir putting Nana semakin cepat. Lutut Jackal goyah menampung kenikmatan yang diberikan Nana. Jackal tak mampu menguasai lututnya.

Akhirnya Jackal mendorong tubuh Nana agar terbaring, dengan tergesa Jackal membuka celana Jeans Nana, dan menarik turun celana dalamnya. Semua itu membuat tubuh Nana bagian bawah tak lagi terbungkus apapun.
Kemudian Jackal membuka lebar kedua kaki Nana, secara otomatis, Nana melipat lutunya. Hingga jelas sekali belahan milik Nana yang sudah terlihat lembab itu. Jackal tak membuang waktu lagi, didekatkan wajahnya kea rah belahan itu.

“Jaaaaack, enaaaaakkk Jack….enak banget Jack…” Nana menjerit, ketika Jackal menjulurkan lidahnya diantara belahan milik Nana yang telah menjadi basah.

Nana mencoba menarik Jackal ke atas dengan menggunakan telapak kakinya, Jackal bertahan disitu, dijilati terus milik Nana, desahan nana semakin memburu.

Namun Jackal tidak mampu lagi menolak kemauan Nana, ketika tangan Nana menarik rambut Jackal. Awalnya Jackal mengira Nana ingin segera dimasuki oleh milik Jackal.

Namun Jackal salah menduga. Nana membalikan tubuhnya, dia berada diatas tubuh Jackal, dengan wajahnya berada tepat diatas kemaluan Jackal yang sudah sangat penuh.

Jackal kembali menjulurkan lidahnya pada milik Nana yang berada di atasnya. Sedangkan Jackal merasa nikmat yang tiada tara, ketika dirasakan miliknya memasuki kelembapan mulut Nana, dan dirasakannya juga gelitik lidah Nana di ujung milik Jackal.

Tak ada kata kata yang terdengar, hanya desahan dan desahan dari keduanya yang seakan berlomba untuk mencapai satu tujuan yang sebetulnya, semakin lama tercapai semakin nikmat terasa.
Waktu berlalu, puluhan tetes keringat membasahi tubuh mereka, kenikmatan membalut rasa keduanya. Bibir dan lidah Jackal terbungkus lendir nikmat dari Nana, ujung kaki Jackal memanas oleh jilatan dan kuluman Nana. Jackal dapat merasakan tekanan pinggul Nana pada mulut Jackal dan bersamaan dengan itu Nana mengerang panjang “Jaaaaaackkkk…keluar….kukeluar nih…Jaaaackk enaaaaakkkk….ooohhh”
Nana mencoba jauhkan miliknya dari mulut Jackal dengan menaikan pinggulnya.

Namun Jackal menahan niat Nana itu, dengan kedua tangannya Jackal malah menekan pinggul Nana kearah mulutnya, sehingga hidung Jackal terbenam ditengah belahan Nana yang telah sangat basah itu, Nana semakin mengerang, dirasakan oleh Jackal Nana mencengkeram erat milik Jackal. Kepala Nana mendongak

Jackal tak perduli, malah semakin digosok gosokan hidungnya di tengah belahan itu, terasa tubuh Nana menghentak hentak. Nana mencoba menaikan pinggulnya, namun Jackal tetap menahan.

“Ngiluuuuu Jack….udaaaaahhh….ooooohhhh..u daaah Jack” Nana berteriak, Jackal melepaskan milik Nana, cengkeraman tangan Nana pada milik Jackal telah mengedor, hembusan nafas Nana terasa di bagian buah kemaluan Jackal. Namun hanya sesaat saja, kemudian Nana kembali melumat milik Jackal, sesekali dijilat buah kemaluan milik Jackal dengan putaran lidahnya. Nana semakin aktif, Jackal semakin melayang. Jari kaki Jackal semakin memanas. Jackal menarik pinggul Nana, sehingga belahan Nana persis diatas mulutnya. Ditusuk tusuk belahan itu dengan lidah Jackal, disedot kemaluan itu, Jackal sudah diluar kendali. Nana kelojotan dibuatnya. Jackal semakin menghentak hentakan pinggulnya keatas, semakin cepat dan…..
“Oooooooohhhhhh……..ku keluaaarrrr nih Nan” Jackal mengerang hebat, ketika dirasakan lahar nikmatnya tak terbendung lagi. Sedangkan Nana malah semakin cepat menaik turunkan mulutnya pada milik Jackal, bersamaan dengan dinaikan lagi pinggulnya agar terlepas oleh gosokan dan sedotan yang diberikan oleh Jackal pada belahannya. Nana tetap menaik turunkan mulutnya pada milik Jackal, walaupun tidak dapat semua masuk kedalam mulut itu, namun dengan lidah Nana yang ikut aktif pada ujung dan batang milik Jackal, tangannya yang ikut mengocok dan tangan lainnya meremas buah milik Jacakl, semua itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Jackal melayang tinggi dengan kejang kejang yang seakan membantu tubuh Jackal melambung.

Nana terhempas letih disamping Jackal, namun masih terasa hentakan nikmat dari sebelah kanan lutut Nana yang masih berada disisi kanan pipi Jackal.

Jackal menghembuskan nafas nikmat sambil menggeser lutut kanan Nana, kemudian Jackal bangkit untuk duduk. Dilihatnya cairan nikmat Jackal mengalir keluar dari celah bibir Nana yang menatap sayu kea rah Jackal. Bahkan dari dagunya pun terlihat basah. Entah oleh cairan nikmat Jackal atau cairan air liur Nana sendiri. Kemudian dengan cepat Nana meraih bantal untuk menutupi wajahnya. Namun Jackal sempat melihat sekilas senyum dari Nana sebelum bantal itu menutupi wajahnya.

Jackal mengecup perut Nana, namun Nana mencoba menepiskannya. Jackal hanya tersenyum. Entah senyum kepuasan atau senyum memaklumi atas apa yang telah mereka berdua alami.

Jackal melangkah memasuki kamar mandi, dengan menenteng celana jeans dan celana dalamnya. Digantungkan semua itu dibalik pintu kamar mandi. Kemudian Jackal membuka kemejanya.
Terdengar langkah mendekati kamar mandi, ternyata Nana juga memasuki kamar mandi itu, namun Nana sudah tidak berbusana sama sekali, rupanya Nana telah membuka T-Shirt nya tadi.

“Mau ngapain?” Jackal bertanya dengan selembut mungkin.
“Mandilah, kan bau nih keringet.”
“Kamu duluanlah.” Jackal menawarkan Nana
“Dahhh, bareng aja, biar cepet.” Jawab Nana singkat, sambil melangkah masuk keruang shower. Jackal mengikuti nya. “Duh..panas banget.” Jackal kaget, karena Nana baru sempat membuka air panas nya saja. Terdengar tawa Nana. Jackal mencoba mencubit putting Nana, namun di tempis oleh tangan kiri Nana, sedangkan tangan kanannya coba menutupi kedua buah dadanya.

Jackal membuka air dingin untuk menyesuaikan air panas tadi agar sesuai dengan yang diinginkannya.

Mereka mandi berdua, Nana mencuci wajahnya, terdengar Nana berkumur. Sedangkan Jackal membersihkan miliknya, ada rasa ngilu ketika Jackal membersihkan bagian kepala miliknya.

Tubuh mereka merapat, untuk bisa tersiram oleh pancuran shower itu. Tubuh mereka saling bergesekan. Mereka saling menyabuni. Seoalh mereka adalah pasangan kekasih yang sedang berbulan madu. Padahal mereka baru beberapa jam lalu berkenalan. Mereka tak lagi terganggu oleh umur mereka yang jauh berbeda. Yang terlihat hanyalah dua tubuh bugil yang berlainan jenis.

Tubuh mereka berhadapan, Jackal mencoba untuk membungkukan badannya, agr bisa mencium bibir Nana, seakan Nana mengerti. Nana mendongakan wajahnya untuk menyambut bibir Jackal. Mereka saling berciuman, tangan Jackal memeluk rapat tubuh Nana, mereka tak lagi menghiraukan siraman air. Tangan kanan Nana menekan siku kiri tangan Jackal dan membimbingnya kearah buah dadanya. Jackal mengerti, diremas lembut buah dada itu, terasa hembusan nafas nikmat dari Nana didalam mulut Jackal.

Tangan kiri Nana telah merangkul tengkuk Jackal, kemudian Jackal merasakan remasan di miliknya. Rupanya tangan kanan Nana telah melakukan sesuatu yang menghasilkan nikmat dicampur sedikit ngilu pada Jackal.

Nana menghentak pinggulnya kebelakang, ketika tangan kanan Jackal menyentuh belahan Nana. “Masih ngilu Jack.” Hanya itu yang keluar dari mulut Nana, kemudian Nana mengembalikan bibirnya agar dicium kembali oleh Jackal.

Milik Jackal kembali keras. Walaupun Jackal merasa ada rasa pegal pada miliknya. Namun sama sekali tidak mengurangi rasa nikmat oleh belaian tangan Nana itu.
Terlihat Jackal telah membungkukan badannya lagi, tak lama kemudian mulut Jackal telah penuh oleh putting kiri Nana, dengan reflek kedua tangan Nana menekan dari belakang kepala Jackal, agar lebih merapa lagi ke buah dadanya.

Sambil tetap menjilati dengan lidahnya, Jackal menuntun tangan kanan Nana agar kembali untuk meremas milik Jackal yang sudah semakin keras itu. Nana mengikuti kemauan Jackal. Diremas dan di maju mundurkan tangan Nana pada milik Jackal. Jackal mendesah nikmat. Mulut Jackal mengulum putting Nana yang sebelah kiri. Sedangkan tangan kanan Jackal ikut meremas buah dada Nana yang kanan. Mereka mendesah bersahutan. Remasan Nana pada milik Jackal semakin cepat namun tak beraturan. Dan itu membuat sedikit rasa sakit pada milik Jackal.

Jackal menghentikan lumatannya, didorong lembut tubuh Nana agar merapat di dinding kamar shower itu, Nana melangkah mundur dengan rela, hanya setengah langkah saja, tubuh Nana mundur, itu sudah membuat bagian belakang tubuhnya merapat ke dinding. Air shower hanya menyirami bagian belakang tubuh Jackal, sedikit yang menyentuh tengkuknya.

Jackal meraih lutut kiri Nana dengan memasuki tangan kanan Jackal kebawah lipatan lutut Nana, diangkatnya ke atas, diletakan diatas pinggul kanan Jackal. Namun usahanya untuk memasukan milik Jackal yang sangat keras itu tidak berhasil. Mungkin dikarenakan tubuh Nana yang kurang tinggi itu. Sedangkan nafas keduanya masih memburu tak beraturan
Kemudian Jackal menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat tubuh Nana, diletakan kedua tangan Jackal dibawah kedua paha Nana, dirapatkan tubuh Nana pada dinding yang basah itu.

Jackal mencoba memasuki miliknya ke belahan nikmat Nana dengan cara mendorong ketika dirasakan ujung milik Jackal sudah tepat dimulut belahan itu. Namun dikarenakan belahan itu telah berlendir, milik Jackal tidak berhasil memasukinya. Tanpa diminta, Nana menjemput milik Jackal, diletakan dengan sedikit menekan ujung milik Jackal kelubang belahan itu, Jackal merasakan nimat pada ujung miliknya. Kemudian Jackal menekan dengan lembut.

“Aaaaaahhhhh…enaaaakk….pelan pelan Jack…..” Nana melenguh nikmat dengan kedua tangannya merangkul tengkuk Jackal. Sungguh pemandangan yang sangat indah dilihat, ketika Nana mendongakan wajah kenikmatan saat Nana menerima ujung milik Jackal kedalam lubang nikmatnya. Jackal tak mengira akan menerima kenikmatan seperti ini, ditengah kesibukan liburannya. Walaupun bukan baru kali ini Jackal melakukan hubungan badan seperti ini dan Nana bukan baru pertama kali ini melakukannya. Namun Jackal dapat menebak, bahwa Nana tidaklah sering melakukan hubungan seperti ini. Itu dilihatnya ketika Jackal menjilati belahan Nana tadi. Dan juga Jackal dapat merasakan remasan yang cukup mencekal dari lubang Nana pada seluruh milik Jackal yang telah masuk seluruhnya memenuhi ruang nikmat dalam lubang milik Nana.

Hentakan demi hentakan dilakukan oleh Jackal. Nana menerimanya dengan desahan dan rangkulan ketat pada tengkuk Jackal. Desahan semakin keras terdengar seakan menemani suara siraman air yang keluar dari shower itu. Lutut Jackal goyah, namun Jackal tetap memaju mundurkan tubuhnya.
Wajah Nana selalu mendongak tiap kali Jackal mendorong miliknya kedalam lubang Nana. “Aaaahhhh enaaakkk banget Jack…enaak bangeeettt…aaahhhh” Itulah yang membuat Jackal semakin merasa nikmat, ketika melihat mulut Nana yang terbuka lebar tiap kali Nana mendongak dalam desahannya.

Lutut Jackal semakin goyah tak tertahankan. Namun Jackal semakin cepat menarik dan mendorong miliknya ke lubang Nana, desahan semakin jelas terdengar. Desahan nikmat dari keduanya semakin memburu. Gerakan Jackal semakin cepat, lututnya semakin goyah.

Desahan Nana berubah menjadi rintihan, wajahnya seperti sedang meringis, namun tak terlihat tanda kesakitan pada wajah Nana, berarti rintihan itu adalah rintihan kenikmatan.

Mata Nana terpejam, tubuhnya bergoyang goyang menerima hentakan Jackal yang semakin cepat.

“Aaahhh…ssshhhh….Jaaaack…oohhh …enaaaakk….ooohhhhh” Suara rintihan itu membalas suara kecipak air di dinding belakang tubuh Nana karena dihantam tubuh Nana oleh karena hentakan dan dorongan Jackal itu.
Jackal tak dapat membendung laharnya, dengan hentakan yang kuat, Jackal mendorong tubuhnya agar miliknya dapat masuk semua kedalam milik Nana. Bersamaan dengan itu Nana memeluk erat tubuh Jackal, ditariknya tengkuk Jackal agar merapat ketubuh Nana, dan Nana meletakan wajahnya di punggung Jackal. Erat sekali dirapatkan tubuh itu. Jackal tak menghiraukan rasa sakit oleh gigitan Nana pada lehernya Jackal. Nana mengerang nikmat. Kemudian kembali membenamkan wajahnya.

Kejangan nikmat masih terlihat dikedua tubuh itu. Walau tak ada lagi gerakan dari keduanya. Kaki kanan Nana telah menyentuh lantai, di ikuti dengan kaki kirinya. Tangan Nana masih memeluk Jackal. Pipi kanan Nana bersandar rapat pada dada Jackal. Kedua tangan Nana merangkul pinggang Jackal. Seakan menyatakan ungkapan kepuasan yang baru saja di alaminya.
Jackal membelai punggung Nana dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya membelai pipi kiri Nana. Dikecupnya kepala Nana. Suasanya hening, tak ada lagi suara desahan terdengar dari keduanya. Hanya suara air shower yang tetap bernyanyi dan berlomba untuk mencapai lantai ruang itu.

“Jack….tadi keluar didalem yah?” Tiba tiba Nana bertanya tanpa menggerakan badannya sama sekali. “Hem” Hanya itu jawaban yang diberikan Jackal, sambil meraih wajah Nana agar bisa dilihatnya. Seakan Jackal ingin melihat apakah ada tanda penyesalan diwajah yang cukup manis itu. Namun Nana hanya tersenyum, dan mengembalikan wajahnya ke dada Jackal. Dan Nana memper erat dekapan tangannya.

Sebetulnya Jackal sudah merisaukannya dari tadi. Saat semburan lahar pertamanya kedalam lubang Nana. Namun semua telah terjadi. Siapa yang mampu memikirkan hal itu ditengah dera dan desahan nikmat tadi.
Kemudian Nana meraih milik Jackal yang telah melemas dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memukul lembut sambil “Nakal nih, main semprot aja”

Nana coba bicara dengan milikku.

“Jangan ganggu lagi, tar kalau keras lagi gimana?”Jackal coba menjawab canda Nana.

“Keras lagi? Siapa takut?” Jawab Nana sambil coba mengecup pipi Jackal
“Wah, udah gak ada waktu untuk makan nih. Kita makan di air port aja yah. Ayo cepet.”

Jackal bergerak melepaskan dekapan Nana, namun sempat mengecup kening Nana, dan Nana membalas dengan memeluk Jackal lebih erat lagi. Sekian dulu cerita nya ya!

October 29, 2009 Posted by fotocewekcantik | Setengah baya | , , , | No Comments Yet

Nyonya Besar

toketnya ku remas dia pun agghh.. menjerit kecil sambil menahan nafas, ouugghhh.. nyonya besarku toketnya mulus bangeett….Sudah masuk tahun ketiga aku buka praktek di sini semuanya berjalan biasa-biasa saja seperti layaknya praktek dokterr umum lainnya. Pasien bervariasi umur dan status sosialnya. Pada umumnya datang ke tempat praktekku dengan keluhan yang juga tak ada yang istimewa. Flu, radang tenggorokan, sakit perut, maag, gangguan pencernaan, dll. dari ini muncul cerita seks, bukan cerita tante girang yang seperti umumnya cerita dewasa.

Akupun tak ada masalah hubungan dengan para pasien. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. Dan, ketika aku iseng memeriksa file-file pasien, aku baru menyadari bahwa 70 % pasienku adalah ibu-ibu muda yang berumur antar 20 – 30 tahun. Entah kenapa aku kurang tahu.

“Mungkin dokter ganteng dan baik hati” kata Nia, suster yang selama ini membantuku.
“Ah kamu . bisa aja”
“Bener Dok” timpal Tuti, yang bertugas mengurus administrasi praktekku.

Oh ya, sehari-hari aku dibantu oleh kedua wanita itu. Mereka semua sudah menikah. Aku juga sudah menikah dan punya satu anak lelaki umur 2 tahun. Umurku sekarang menjelang 30 tahun.
Aku juga berpegang teguh pada sumpah dan etika dokter dalam menangani para pasien. Penuh perhatian mendengarkan keluhan mereka, juga Aku tak “pelit waktu”. Mungkin faktor inilah yang membuat para ibu muda itu datang ke tempatku. Diantara mereka bahkan tidak mengeluhkan tentang penyakitnya saja, tapi juga perihal kehidupan rumah tangganya, hubungannya dengan suaminya. Aku menanggapinya secara profesional, tak ingin melibatkan secara pribadi, karena aku mencintai isteriku.
Semuanya berjalan seperti biasa, wajar, sampai suatu hari datang Ny. Syeni ke meja praktekku ..

Kuakui wanita muda ini memang cantik dan seksi. Berkulit kuning bersih, seperti pada umumnya wanita keturunan Tiong-hwa, parasnya mirip bintang film Hongkong yang aku lupa namanya, langsing, lumayan tinggi, dan …. inilah yang mencolok : dadanya begitu menonjol ke depan, membulat tegak, apalagi sore ini dia mengenakan blouse bahan kaos yang ketat bergaris horsontal kecil2 warna krem, yang makin mempertegas keindahan bentuk sepasang payudaranya. Dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang membuat sepasang kakinya mulusnya makin “bersinar”.
Dari kartu pasien tertera Syeni namanya, 28 tahun umurnya.

“Kenapa Bu .” sapaku.
“Ini Dok . sesak bernafas, hidung mampet, trus perut saya mules”
“Kalau menelan sesuatu sakit engga Bu “
“Benar dok”
“Badannya panas ?”
Telapak tangannya ditempelkan ke dagunya.
“Agak anget kayanya”
Kayanya radang tenggorokan.
“Trus mulesnya . kebelakang terus engga”
“Iya Dok”
“Udah berapa kali dari pagi”
“Hmmm . dua kali”
“Ibu ingat makan apa saja kemarin ?”
“Mmm rasanya engga ada yang istimewa . makan biasa aja di rumah”
“Buah2 an ?”
“Oh ya . kemarin saya makan mangga, 2 buah”
“Coba ibu baring disitu, saya perika dulu”

Sekilas paha putih mulusnya tersingkap ketika ibu muda ini menaikkan kakinya ke dipan yang memang agak tinggi itu.
Seperti biasa, Aku akan memeriksa pernafasannya dulu. Aku sempat bingung. Bukan karena dadanya yang tetap menonjol walaupun dia berbaring, tapi seharusnya dia memakai baju yang ada kancing ditengahnya, biar aku gampang memeriksa. Kaos yang dipakainya tak berkancing.
Stetoskopku udah kupasang ke kuping
Ny. Syeni rupanya tahu kebingunganku. Dia tak kalah bingungnya.

“Hmmm gimana Bu”
“Eh .. Hmmm .. Gini aja ya Dok” katanya sambil agak ragu melepas ujung kaos yang tertutup roknya, dan menyingkap kaosnya tinggi-tinggi sampai diatas puncak bukit kembarnya. Kontan saja perutnya yang mulus dan cup Bhnya tampak.
Oohh . bukan main indahnya tubuh ibu muda ini. Perutnya yang putih mulus rata, dihiasi pusar di tengahnya dan BH cream itu nampak ketat menempel pada buah dadanya yang ampuun .. Putihnya . dan menjulang.

Sejenal aku menenangkan diri. Aku sudah biasa sebenarnya melihat dada wanita. Tapi kali ini, cara Ibu itu membuka kaos tidak biasa. Bukan dari atas, tapi dari bawah. Aku tetap bersikap profesional dan memang tak ada sedikitpun niatan untuk berbuat lebih.
Kalau wanita dalam posisi berbaring, jelas dadanya akan tampak lebih rata. Tapi dada nyonya muda ini lain, belahannya tetap terbentuk, bagai lembah sungai di antara 2 bukit.

“Maaf Bu ya ..” kataku sambil menyingkap lagi kaosnya lebih keatas. Tak ada maksud apa-apa. Agar aku lebih leluasa memeriksa daerah dadanya.
“Engga apa-apa Dok” kata ibu itu sambil membantuku menahan kaosnya di bawah leher.

Karena kondisi daerah dadanya yang menggelembung itu dengan sendirinya stetoskop itu “harus” menempel-nempel juga ke lereng-lereng bukitnya.

“Ambil nafas Bu.”

Walaupun tanganku tak menyentuh langsung, melalui stetoskop aku dapat merasakan betapa kenyal dan padatnya payudara indah ini.
Jelas, banyak lendir di saluran pernafasannya. Ibu ini menderita radang tenggorokan.

“Maaf Bu ya ..” kataku sambil mulai memencet-mencet dan mengetok perutnya. Prosedur standar mendiagnosis keluhan perut mulas.
Jelas, selain mulus dan halus, perut itu kenyal dan padat juga. Kalau yang ini tanganku merasakannya langsung.
Jelas juga, gejalanya khas disentri. Penyakit yang memang sedang musim bersamaan tibanya musim buah.

“Cukup Bu .”
Syeni bangkit dan menurunkan kakinya.
“Sakit apa saya Dok” tanyanya. Pertanyaan yang biasa. Yang tidak biasa adalah Syeni masih membiarkan kaosnya tersingkap. Belahan dadanya makin tegas dengan posisnya yang duduk. Ada hal lain yang juga tak biasa. Rok mini coklatnya makin tersingkap menampakkan sepasang paha mulus putihnya, karena kakinya menjulur ke bawah menggapai-gapai sepatunya. Sungguh pemandangan yang amat indah .

“Radang tenggorokan dan disentri”
“Disentri ?” katanya sambil perlahan mulai menurunkan kaosnya.
“Benar, bu. Engga apa-apa kok. Nanti saya kasih obat” walaupun dada dan perutnya sudah tertutup, bentuk badan yang tertutup kaos ketat itu tetap sedap dipandang.
“Karena apa Dok disentri itu ?” Sepasang pahanya masih terbuka. Ah ! Kenapa aku jadi nakal begini ? Sungguh mati, baru kali ini aku “menghayati” bentuk tubuh pasienku. Apa karena pasien ini memang luar biasa indahnya ? Atau karena cara membuka pakaian yang berbeda ?

“Bisa dari bakteri yang ada di mangga yang Ibu makan kemarin” Syeni sudah turun dari pembaringan. Tinggal lutut dan kaki mulusnya yang masih “tersisa”
Oo .. ada lagi yang bisa dinikmati, goyangan pinggulnya sewaktu dia berjalan kembali ke tempat duduk. Aku baru menyadari bahwa nyonya muda ini juga pemilik sepasang bulatan pantat yang indah. Hah ! Aku makin kurang ajar. Ah engga.. Aku tak berbuat apapun. Cuma tak melewatkan pemandangan indah. Masih wajar.
Aku memberikan resep.

“Sebetulnya ada lagi Dok”
“Apa Bu, kok engga sekalian tadi” Aku sudah siap berkemas. Ini pasien terakhir.
“Maaf Dok .. Saya khawatir .. Emmm ..” Diam.
“Khawatir apa Bu “
“Tante saya kan pernah kena kangker payudara, saya khawatir .”
“Setahu saya . itu bukan penyakit keturunan” kataku memotong, udah siap2 mau pulang.
“Benar Dok”
“Ibu merasakan keluhan apa ?”
“Kalau saya ambil nafas panjang, terasa ada yang sakit di dada kanan”
“Oh . itu gangguan pernafasan karena radang itu. Ibu rasakan ada suatu benjolan engga di payudara” Tanpa disadarinya Ibu ini memegang buah dada kanannya yang benar2 montok itu.
“Saya engga tahu Dok”
“Bisa Ibu periksa sendiri. Sarari. Periksa payudara sendiri” kataku.
“Tapi saya kan engga yakin, benjolan yang kaya apa ..”

Apakah ini berarti aku harus memeriksa payudaranya ? Ah engga, bisa-bisa aku dituduh pelecehan seksual. Aku serba salah.
“Begini aja Bu, Ibu saya tunjukin cara memeriksanya, nanti bisa ibu periksa sendiri di rumah, dan laporkan hasilnya pada saya”
Aku memeragakan cara memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, dengan mengambil boneka manequin sebagai model.

“Baik dok, saya akan periksa sendiri”
“Nanti kalau obatnya habis dan masih ada keluhan, ibu bisa balik lagi”
“Terima kasih Dok”
“Sama-sama Bu, selamat sore”
Wanita muda cantik dan seksi itu berlalu.

Lima hari kemudian, Ny Syeni nongol lagi di tempat praktekku, juga sebagai pasien terakhir. Kali ini ia mengenakan blouse berkancing yang juga ketat, yang juga menonjolkan buah kembarnya yang memang sempurna bentuknya, bukan kaos ketat seperti kunjungan lalu. Masih dengan rok mininya.

“Gimana Bu . udah baikan”
“Udah Dok. Kalo nelen udah engga sakit lagi”
“Perutnya ?”
“Udah enak”
“Syukurlah … Trus, apa lagi yang sakit ?”
“Itu Dok .. Hhmmm .. Kekhawatiran saya itu Dok”
“Udah diperiksa belum ..?”
“Udah sih . cuman …” Dia tak meneruskan kalimatnya.
“Cuman apa .”
“Saya engga yakin apa itu benjolan atau bukan ..”
“Memang terasa ada, gitu “
“Kayanya ada kecil . tapi ya itu . saya engga yakin”

Mendadak aku berdebar-debar. Apa benar dia minta aku yang memeriksa . ? Ah, jangan ge-er kamu.
“Maaf Dok .. Apa bisa …. Saya ingin yakin” katanya lagi setelah beberapa saat aku berdiam diri.
“Maksud Ibu, ingin saya yang periksa” kataku tiba2, seperti di luar kontrol.
“Eh .. Iya Dok” katanya sambil senyum tipis malu2. Wajahnya merona. Senyuman manis itu makin mengingatkan kepada bintang film Hongkong yang aku masih juga tak ingat namanya.
“Baiklah, kalau Ibu yang minta” Aku makin deg-degan. Ini namanya rejeki nomplok. Sebentar lagi aku akan merabai buah dada nyonya muda ini yang bulat, padat, putih dan mulus !
Oh ya . Lin Chin Shia nama bintang film itu, kalau engga salah eja.

Tanpa disuruh Syeni langsung menuju tempat periksa, duduk, mengangkat kakinya, dan langsung berbaring. Berdegup jantungku, sewaktu dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas CD-nya terlihat, hitam juga warnanya. Ah . paha itu lagi . makin membuatku nervous. Ah lagi, penisku bangun ! baru kali ini aku terangsang oleh pasien.

“Silakan dibuka kancingnya Bu”
Syeni membuka kancing bajunya, seluruh kancing ! Kembali aku menikmati pemandangan seperti yang lalu, perut dan dadanya yang tertutup BH. Kali ini warnanya hitam, sungguh kontras dengan warna kulitnya yang bak pualam.
“Dada kanan Bu ya .”
“Benar Dok”
Sambil sekuatnya menahan diri, aku menurunkan tali BH-nya. Tak urung jari2ku gemetaran juga. Gimana tidak. Membuka BH wanita cantik, seperti memulai proses fore-play saja ..
“Maaf ya Bu .” kataku sambil mulai mengurut. Tanpa membuka cup-nya, aku hanya menyelipkan kedua telapak tanganku. Wow ! bukan main padatnya buah dada wanita ini.
Mengurut pinggir-pinggir bulatan buah itu dengan gerakan berputar.

“Yang mana Bu benjolan itu ?”
“Eehh . di dekat putting Dok . sebelah kanannya .”
Aku menggeser cup Bhnya lebih kebawah. Kini lebih banyak bagian buah dada itu yang tampak. Makin membuatku gemetaran. Entah dia merasakan getaran jari-jariku atau engga.

“Dibuka aja ya Dok” katanya tiba2 sambil tangannya langsung ke punggung membuka kaitan Bhnya tanpa menunggu persetujuanku. Oohhh . jangan dong . Aku jadi tersiksa lho Bu, kataku dalam hati. Tapi engga apa-apa lah ..
Cup-nya mengendor. Daging bulat itu seolah terbebas. Dan .. syeni memelorotkan sendiri cup-nya …
Kini bulatan itu nampak dengan utuh. Oh indahnya … benar2 bundar bulat, putih mulus halus, dan yang membuatku tersengal, putting kecilnya berwarna pink, merah jambu !
Kuteruskan urutan dan pencetanku pada daging bulat yang menggiurkan ini. Jelas saja, sengaja atau tidak, beberapa kali jariku menyentuh putting merah jambunya itu ..
Dan .. Putting itu membesar. Walaupun kecil tapi menunjuk ke atas ! Wajar saja. Wanita kalau disentuh buah dadanya akan menegang putingnya. Wajar juga kalau nafas Syeni sedikit memburu. Yang tak wajar adalah, Syeni memejamkan mata seolah sedang dirangsang !
Memang ada sedikit benjolan di situ, tapi ini sih bukan tanda2 kangker.

“Yang mana Bu ya .” Kini aku yang kurang ajar. Pura-pura belum menemukan agar bisa terus meremasi buah dada indah ini. Penisku benar2 tegang sekarang.
“Itu Dok . coba ke kiri lagi .. Ya .itu .” katanya sambil tersengal-sengal. Jelas sekali, disengaja atau tidak, Syeni telah terrangsang .
“Oh . ini ..bukan Bu . engga apa-apa”
“Syukurlah”
“Engga apa-apa kok” kataku masih terus meremasi, mustinya sudah berhenti. Bahkan dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! Tapi Syeni membiarkan kenakalanku. Bahkan dia merintih, amat pelan, sambil merem ! Untung aku cepat sadar. Kulepaskan buah dadanya dari tanganku. Matanya mendadak terbuka, sekilas ada sinar kekecewaan.

‘Cukup Bu” kataku sambil mengembalikan cup ke tempatnya. Tapi …
“Sekalian Dok, diperiksa yang kiri .” Katanya sambil menggeser BH nya ke bawah. hah ? Kini sepasang buah sintal itu terbuka seluruhnya. Pemandangan yang merangsang .. Putting kirinyapun sudah tegang . Sejenak aku bimbang, kuteruskan, atau tidak. Kalau kuteruskan, ada kemungkinan aku tak bisa menahan diri lagi, keterusan dan ,,,, melanggar sumpah dokter yang selama ini kujunjung tinggi. Kalau tidak kuteruskan, berarti aku menolak keinginan pasien, dan terus terang rugi juga dong . aku kan pria tulen yang normal. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.

“Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan.
“Ah .. engga apa-apa … cuman kagum” Ah ! Kata-kataku meluncur begitu saja tak terkontrol. Mulai nakal kamu ya, kataku dalam hati.
“Kagum apa Dok” Ini jelas pertanyaan yang rada nakal juga. Sudah jelas kok ditanyakan.
“Indah .” Lagi-lagi aku lepas kontrol
“Ah . dokter bisa aja .. Indah apanya Dok” Lagi-lagi pertanyaan yang tak perlu.
“Apalagi .”
“Engga kok . biasa-biasa aja” Ah mata sipit itu .. Mata yang mengundang !
“Maaf Bu ya .” kataku kemudian mengalihkan pembicaraan dan menghindari sorotan matanya.

Kuremasi dada kirinya dengan kedua belah tangan, sesuai prosedur.
Erangannya tambah keras dan sering, matanya merem-melek. Wah . ini sih engga beres nih. Dan makin engga beres, Syeni menuntun tangan kiriku untuk pindah ke dada kanannya, dan tangannya ikut meremas mengikuti gerakan tanganku .. Jelas ini bukan gerakan Sarari, tapi gerakan merangsang seksual . herannya aku nurut saja, bahkan menikmati.
Ketika rintihan Syeni makin tak terkendali, aku khawatir kalau kedua suster itu curiga. Kalaupun suster itu masuk ruangan, masih aman, karena dipan-periksa ini ditutup dengan korden. Dan . benar juga, kudengar ada orang memasuki ruang praktek. Aku langsung memberi isyarat untuk diam. Syeni kontan membisu. Lalu aku bersandiwara.

“Ambil nafas Bu ” seolah sedang memeriksa. Terdengar orang itu keluar lagi.
Tak bisa diteruskan nih, reputasiku yang baik selama ini bisa hancur.
“Udah Bu ya . tak ada tanda-tanda kangker kok”
“Dok ..” Katanya serak sambil menarik tanganku, mata terpejam dan mulut setengah terbuka. Kedua bulatan itu bergerak naik-turun mengikuti alunan nafasnya. Aku mengerti permintaanya. Aku sudah terangsang. Tapi masa aku melayani permintaan aneh pasienku? Di ruang periksa?
Gila !
Entah bagaimana prosesnya, tahu-tahu bibir kami sudah beradu. Kami berciuman hebat. Bibirnya manis rasanya .
Aku sadar kembali. Melepas.

“Dok .. Please . ayolah .” Tangannya meremas celana tepat di penisku
“Ih kerasnya ..”
“Engga bisa dong Bu ..’
“Dokter udah siap gitu .”
“Iya .. memang .. Tapi masa .”
“Please dokter .. Cumbulah saya .”
Aku bukannya tak mau, kalau udah tinggi begini, siapa sih yang menolak bersetubuh dengan wanita molek begini ?
“Nanti aja . tunggu mereka pulang” Akhirnya aku larut juga .
“Saya udah engga tahan .”
“Sebentar lagi kok. Ayo, rapiin bajunya dulu. Ibu pura-pura pulang, nanti setelah mereka pergi, Ibu bisa ke sini lagi” Akhirnya aku yang engga tahan dan memberi jalan.
“Okey ..okey . Bener ya Dok”
“Bener Bu”
“Kok Ibu sih manggilnya, Syeni aja dong”
“Ya Syeni” kataku sambil mengecup pipinya.
“Ehhhhfff”
Begitu Syeni keluar ruangan, Nia masuk.
“habis Dok”
Dia langsung berberes. Rapi kembali.
“Dokter belum mau pulang ?”
“Belum. Silakan duluan”
“Baiklah, kita duluan ya”
Aku amati mereka berdua keluar, sampai hilang di kegelapan. Aku mencari-cari wanita molek itu. Sebuah baby-bens meluncur masuk, lalu parkir. Si tubuh indah itu nongol. Aku memberi kode dengan mengedipkan mata, lalu masuk ke ruang periksa, menunggu.
Syeni masuk.

“Kunci pintunya” perintahku.
Sampai di ruang periksa Syeni langsung memelukku, erat sekali.
“Dok …”
“Ya .Syeni .”
Tak perlu kata-kata lagi, bibir kami langsung berpagutan. Lidah yang lincah dan ahli menelusuri rongga-ronga mulutku. Ah wanita ini .. Benar-benar ..ehm ..
Sambil masih berpelukan, Syeni menggeser tubuhnya menuju ke pembaringan pasien, menyandarkan pinggangnya pada tepian dipan, mata sipitnya tajam menatapku, menantang. Gile bener ..
Aku tak tahan lagi, persetan dengan sumpah, kode etik dll. Dihadapanku berdiri wanita muda cantik dan sexy, dengan gaya menantang.
Kubuka kancing bajunya satu-persatu sampai seluruhnya terlepas. Tampaklah kedua gumpalan daging kenyal putih yang seakan sesak tertutup BH hitam yang tadi aku urut dan remas-remas. Kali ini gumpalan itu tampak lebih menonjol, karena posisinya tegak, tak berbaring seperti waktu aku meremasnya tadi. Benar2 mendebarkan ..
Syeni membuka blousenya sendiri hingga jatuh ke lantai. Lalu tangannya ke belakang melepas kaitan Bhnya di punggung. Di saat tangannya ke belakang ini, buah dadanya tampak makin menonjol. Aku tak tahan lagi …
Kurenggut BH hitam itu dan kubuang ke lantai, dan sepasang buah dada Syeni yang bulat, menonjol, kenyal, putih, bersih tampak seluruhnya di hadapanku. Sepasang putingnya telah mengeras. Tak ada yang bisa kuperbuat selain menyerbu sepasang buah indah itu dengan mulutku.

“Ooohhh .. Maaassss ..” Syeni merintih keenakan, sekarang ia memanggilku Mas !
Aku engga tahu daging apa namanya, buah dada bulat begini kok kenyal banget, agak susah aku menggigitnya. Putingnya juga istimewa. Selain merah jambu warnanya, juga kecil, “menunjuk”, dan keras. Tampaknya, belum seorang bayipun menyentuhnya. Sjeni memang ibu muda yang belum punya anak.
“Maaaasss .. Sedaaaap ..” Rintihnya ketika aku menjilati dan mengulumi putting dadanya.
Syeni mengubah posisi bersandarnya bergeser makin ke tengah dipan dan aku mengikuti gerakannya agar mulutku tak kehilangan putting yang menggairahkan ini. Lalu, perlahan dia merebahkan tubuhnya sambil memelukku. Akupun ikut rebah dan menindih tubuhnya. Kulanjutkan meng-eksplorasi buah dada indah ini dengan mulutku, bergantian kanan dan kiri.
Tangannya yang tadi meremasi punggungku, tiba2 sekarang bergerak menolak punggungku.

“Lepas dulu dong bajunya . Mas .” kata Syeni
Aku turun dari pembaringan, langsung mencopoti pakaianku, seluruhnya. Tapi sewaktu aku mau melepas CD-ku, Syeni mencegahnya. Sambil masih duduk, tangannya mengelus-elus kepala penisku yang nongol keluar dari Cdku, membuatku makin tegang aja .. Lalu, dengan perlahan dia menurunkan CD-ku hingga lepas. Aku telah telanjang bulat dengan senjata tegak siap, di depan pasienku, nyonya muda yang cantik, sexy dan telanjang dada.

“Wow .. Bukan main ..” Katanya sambil menatap penisku.

Wah . tak adil nih, aku sudah bugil sedangkan dia masih dengan rok mininya. Kembali aku naik ke pembaringan, merebahkan tubuhnya, dan mulai melepas kaitan dan rits rok pendeknya. Perlahan pula aku menurunkan rok pendeknya. Dan …. Gila !
Waktu menarik roknya ke bawah, aku mengharapkan akan menjumpai CD hitam yang tadi sebelum memeriksa dadanya, sempat kulihat sekejap. Yang “tersaji” sekarang dihadapanku bukan CD hitam itu, meskipun sama-sama warna hitam, melainkan bulu-bulu halus tipis yang tumbuh di permukaan kewanitaan Syeni, tak merata. Bulu-bulu itu tumbuh tak begitu banyak, tapi alurnya jelas dari bagian tengah kewanitaannya ke arah pinggir. Aku makin “pusing” …
Kemana CD-nya ? Oh .. Dia udah siap menyambutku rupanya. Dan Syeni kulihat senyum tipis.

“Ada di mobil” katanya menjawab kebingunganku mencari CD hitam itu.
“Kapan melepasnya ?”
“Tadi, sebelum turun .”
Kupelorotkan roknya sampai benar2 lepas .. kini tubuh ibu muda yang putih itu seluruhnya terbuka. Ternyata di bawah rambur kelaminnya, tampak sebagian clit-nya yang berwarna merah jambu juga ! Bukan main. Dan ternyata, pahanya lebih indah kalau tampak seluruhnya begini. Putih bersih dan bulat.
Syeni lalu membuka kakinya. Clitnya makin jelas, benar, merah jambu. Aku langsung menempatkan pinggulku di antara pahanya yang membuka, merebahkan tubuhku menindihnya, dan kami berciuman lagi. Tak lama kami berpagutan, karena ..
“Maass .. Masukin Mas .. Syeni udah engga tahan lagi ..” Wah . dia maunya langsung aja. Udah ngebet benar dia rupanya. Aku bangkit. Membuka pahanya lebih lebar lagi, menempatkan kepala penisku pada clitnya yang memerah, dan mulai menekan.
“Uuuuuhhhhhh .. Sedaaaapppp ..” Rintihnya. Padahal baru kepala penisku aja yang masuk.
Aku menekan lagi.
“Ouufff .. Pelan-pelan dong Mas ..”
“Sorry …” Aku kayanya terburu-buru. Atau vagina Syeni memang sempit.
Aku coba lebih bersabar, menusuk pelan-pelan, tapi pasti … Sampai penisku tenggelam seluruhnya. Benar, vaginanya memang sempit. Gesekannya amat terasa di batang penisku. Ohh nikmatnya ..
Sprei di pembaringan buat pasien itu jadi acak2an. Dipannya berderit setiap aku melakukan gerakan menusuk.

Sadarkah kau?
Siapa yang kamu setubuhi ini?
Pasienmu dan isteri orang!
Mestinya kamu tak boleh melakukan ini.
Habis, dia sendiri yang meminta. Masa minta diperiksa buah dadanya, salah siapa dia punya buah dada yang indah ? Siapa yang minta aku merabai dan memijiti buah dadanya? Siapa yang meminta remasannya dilanjutkan walaupun aku sudah bilang tak ada benjolan ? Okey, deh. Dia semua yang meminta itu. Tapi kamu kan bisa menolaknya? Kenapa memenuhi semua permintaan yang tak wajar itu? Lagipula, kamu yang minta dia supaya datang lagi setelah para pegawaimu pulang . Okey deh, aku yang minta dia datang lagi. Tapi kan siapa yang tahan melihat wanita muda molek ini telanjang di depan kita dan minta disetubuhi?

Begitulah, aku berdialog dengan diriku sendiri, sambil terus menggenjot memompa di atas tubuh telanjangnya … sampai saatnya tiba. Saatnya mempercepat pompaan. Saatnya puncak hubungan seks hampir tiba. Dan tentu saja saatnya mencabut penis untuk dikeluarkan di perutnya, menjaga hal-hal yang lebih buruk lagi.
Tapi kaki Syeni menjepitku, menahan aku mencabut penisku.
Karena memang aku tak mampu menahan lagi .. Creetttttttt………..Kesempr otkan kuat-kuat air maniku ke dalam tubuhnya, ke dalam vagina Syeni, sambil mengejang dan mendenyut ….
Lalu aku rebah lemas di atas tubuhnya.
Tubuh yang amat basah oleh keringatnya, dan keringatku juga. …
Oh .. Baru kali ini aku menyetubuhi pasienku.
Pasien yang memiliki vagina yang “legit” ..

Aku masih lemas menindihnya ketika handphone Syeni yang disimpan di tasnya berbunyi. Wajah Syeni mendadak memucat. Dengan agak gugup memintaku untuk mencabut, lalu meraih Hpnya sambil memberi kode supaya aku diam. Memegang HP berdiri agak menjauh membelakangiku, masih bugil, dan bicara agak berbisik. Aku tak bisa jelas mendengar percakapannya. Lucu juga tampaknya, orang menelepon sambil telanjang bulat ! Kuperhatikan tubuhnya dari belakang. Memang bentuk tubuh yang ideal, bentuk tubuh mirip gitar spanyol.
“Siapa Syen” tanyaku.
“Koko, Suamiku” Oh .. Mendadak aku merasa bersalah.
“Curiga ya dia”
“Ah .engga .” katanya sambil menghambur ke tubuhku.
“Syeni bilang, masih belum dapat giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya.
“Suamimu tahu kamu ke sini”
“Iya dong, memang Syeni mau ke dokter” Tiba2 dia memelukku erat2.
“Terima kasih ya Mas … nikmat sekali .. Syeni puas”
“Ah masa .. “
“Iya bener .. Mas hebat mainnya .”
“Ah . engga usah basa basi”
“Bener Mas .. Malah Syeni mau lagi .”
“Ah .udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”
“Lain kali Syeni mau lagi ya Mas”
“Gimana nanti aja .. Entar jadi lagi”
“Jangan khawatir, Syeni pakai IUD kok” Inilah jawaban yang kuinginkan.
“Oh ya ..?”
“Si Koko belum pengin punya anak”

Kami berberes. Syeni memungut BH dan blouse-nya yang tergeletak di lantai, terus mengenakan blousenya, bukan BH-nya dulu. Ternyata BH-nya dimasukkan ke tas tangan.
“Kok BH-nya engga dipakai ?”
“Entar aja deh di rumah”
“Entar curiga lho, suamimu”
“Ah, dia pulangnya malem kok, tadi nelepon dari kantor”
Dia mengancing blousenya satu-persatu, baru memungut roknya. Sexy banget wanita muda yang baru saja aku setubuhi ini. Blose ketatnya membentuk sepasang bulatan dada yang tanpa BH. Bauh dada itu berguncang ketika dia mengenakan rok mini-nya. Aku terrangsang lagi … Cara Syeni mengenakan rok sambil sedikit bergoyang sexy sekali. Apalagi aku tahu di balik blouse itu tak ada penghalang lagi.

“Kok ngliatin aja, pakai dong bajunya”
“Habis . kamu sexy banget sih …”
“Ah .. masa .. Kok bajunya belum dipakai ?”
“Entar ajalah . mau mandi dulu .”
Selesai berpakaian, Syeni memelukku yang masih bugil erat2 sampai bungkahan daging dadanya terasa terjepit di dadaku.
“Syeni pulang dulu ya Yang . kapan-kapan Syeni mau lagi ya .”
“Iya .. deh . siapa yang bisa menolak..” Tapi, kenapa nih .. Penisku kok bangun lagi.
“Eh .. Bangun lagi ya ..” Syeni ternyata menyadarinya.
Aku tak menjawab, hanya balas memeluknya.
“Mas mau lagi .?”
“Ah . kamu kan ditunggu suami kamu”
“Masih ada waktu kok …” katanya mulai menciumi wajahku.
“Udah malam Syen, lain waktu aja”

Syani tak menjawab, malah meremasi penisku yang udah tegang. Lalu dituntunnya aku menuju meja kerjaku. Disingkirkannya benda2 yang ada di meja, lalu aku didudukkan di meja, mendorongku hingga punggungku rebah di meja. Lalu Syeni naik ke atas meja, melangkahi tubuhku, menyingkap rok mininya, memegang penisku dan diarahkan ke liang vaginanya, terus Syeni menekan ke bawah duduk di tubuhku. ..
Penisku langsung menerobos vaginanya ..
Syeni bergoyang bagai naik kuda .
Sekali lagi kami bersetubuh .
Kali ini Syeni mampu menccapai klimaks, beberapa detik sebelum aku menyemprotkan vaginanya dengan air maniku …
Lalu dia rebah menindih tubuhku .. Lemas lunglai.

“Kapan-kapan ke rumahku ya … kita main di sana ..” Katanya sebelum pergi.
“Ngaco . suamimu .?”
“Kalo dia sedang engga ada dong ..”
Baiklah, kutunggu undanganmu.
Sejak “peristiwa Syeni” itu, aku jadi makin menikmati pekerjaanku. Menjelajahi dada wanita dengan stetoskop membuatku jadi “syur”, padahal sebelum itu, merupakan pekerjaan yang membosankan. Apalagi ibu-ibu muda yang menjadi pasienku makin banyak saja dan banyak di antaranya yang sexy . …sekian cerita seks kali ini ya kawan , pasti kami lanjut lain waktu… thanks dah mampir…


Yati Pembantuku Ku perkosa

Cerita Seks – Perkenalkan nama gua Birahi….(gua samerin yah bo..bisa tengsin gua kalau gua buka nama asli gua)

kejadiannya sekitar tahun 1995..gua punya pembantu namanya yati..orangnya putih..tokek sedikit mancung (apalagi kalau lagi pake kaos ) umur 17 tahun..kalau dibilang putih emang asli ini anak kulitnya putih bukan karena kosmetik atau pake pemutih…awalnya sih biasa hubungan gua sama dia biasa aja, layaknya majikan dengan pembantu….namun sejak dia punya kelakuan aneh…kelakuan gua juga jadi
berubah aneh…

yati sejak dikamarnya kemasukan tikus jadi takut tidur dikamarnya sendiri….akhirnya Yati suka pindah tidur ke bangku atau ke ruang tengah …awalnya sih gua biasa aja…dan dia juga udah gak sungkan dirumah gua karena kerja dah lumayan lama….hingga pada suatu malam secara gak sengaja gua lihat dia tidur dengan daster model you can see…tuh daster bawahnya tersingkap kemana-mana…waktu itu sekitar pukul 02.00.. busyet tuh gundukan memek tersembul keluar ..gila gua ngaceng abis saat itu…gua deketin tuh memek gua lihat dari jarak deket…pelan-pelan gua cium…buset jantung gua kaya mau copot…ada memek didekat hidung gua…anjrit gua ngeceng abis…! saking gak kuatnya gua langsung Masturbasi didepan pemandangan indah itu,,,keluar deh sperma gua….

Sejak peristiwa malam itu…gua jadi sering cari-cari kesempatan buat nikmati tubuh si yati yang lumayan aduhai buat ukuran pembantu…dari mulai dia mandi sampai dia masuk kamar mata gua gak pernah lepas mandangin tokek nya yang menantang…bahkan gak jarang gua intipin dia mandi…!
gak tahu kenapa kayanya si yati mulai curiga dengan kelakuan gua…sikap gua yg tadinya biasa mendadak jadi genit…dan anjingnya tuh yati juga nangkap apa mau gua

..kadang dia suka mancing-mancing gua buat ngomong jorok..buset makin jadi aja gua..awalnya kadang gua suka iseng megang tangannya…terus meningkat pegang tokek..awalnya dia marah bgt…tapi gua gak peduli semakin dia marah gua semakin gak peduli…bahkan gua pernah masuk kamar mandi saat dia baru selesai mandi…handuk yang melilit dibadannya gua tarik…hingga terlihat memek sama toketnya…gua cium bibirnya sambil meluk dan ngeremes toketnya…(gila ngaceng berat)…yati marah besar sama gua sejak peristiwa itu…tapi gua gak pernah takut…

hingga pada suatu hari keluarga gua pergi sekeluarga keluar kota selama dua hari…selama dua hari itu gua itu makan minum gua yati yang nyiapin….hingga akhirnya terjadilah peristiwa yg gua inginkan…..

malam itu gua gak bisa tidur…perasaan gua resah karena adanya dorongan seks yang begitu tinggi..apalagi dengan kenyataan tinggal gua berdua dengan Yati yg ada dirumah…

Dan benar aja dugaan gua ketika gua keruang tengah gua lihat yati sedang tidur dengan daster yg dia pakai….gejolak birahi gua langsung naik keubun-ubun..gemana gak disaat napsu udah melawati batas logika tersedia hidangan nikmat depan mata…

pelan-pelan gua dekati tubuh yati yg tertidur dikasur palembang….gua singakp dasternya…tuh memek yang masih tetrtutup cd bikin gua ngaceng ….pelan-pelan gua cium itu memek…ooh…..napsu gua makin gila….gua mulai naik incer toket nya…gua cium tuh toket …eh…aneh tetap gak ada reakasi…semakin berani gua angkat/geser tutupan toket si yati..terlihatlah toket si yati walau cuma sebelah…gua nekat gua emot toketnya si yati yang masih merah pentolnya…gua gak peduli..dia bangun atau apa…yati cuma mendeguh…”ko…jangan..! aku ngantuk…! anjrit..! rupanya dia tahu kalau dia gua gerayangi…ya udah gua gak pake basa-basi lagi langsung gua tindih si yati gua cium bibirnya..awalnya dia nolak..tapi akhirnya dia ikut ngemut bibir gua juga…satu demi satu gua buka pakaiannya….gua juga gak lupa buka baju gua dan celana gua…hingaa akhirnya gua sama-sama bugil..yati matanya tertutup (enteh karena ngantuk atau malu…) gua lansung ciumin toket yati sambil gesek-gesekin kon**l gua didepan gerbang memek si yati…yati yang tadinya cuma mendeguh..akhirtnya meluk tubuh gua….gua semakin gila….gua babat habis tu bibir sambil memainkan lidah….hampir seluruh tubuh yati gua jilatain kaya kucing mandiin anaknya,,,bahklan pantatnya pun gua jilat…anjrit…! disaat puncak birahi yang makin tinggi..gua paks si yati buat buka mata…(selama gua cumbu dia merem aja) akhirnya dia membuka matanya ..mukanya seperti memohon….memelas…tapi gua tahu apa artinya itu….COITUS SEMPURNA..! ketika gua mengangukan kepala, yati juga mengangukan kepalan..tanda setuju…gua tahu dia masih perawan..makanya gua minta persetujuannya…pelan tapi pasti..gua mulai mengarahkan penis gua kemulut vaginanya…susah…! sempit…! cape..!..berulang-ulang gua ganti posisi tetap aja..susah..akhirnya yati…ikut bantu penis gua dengan mengarahkan penis gua dengan tangannya..oh…kaya kesetrum waktu tangannya megang penis..gua….dan akhirnya masuk walaupun hanya sebatas kepala…pelan-pelan gua dorong supaya masuk lebih dalam…yati sedikit berteriak..aduh..aduh…tapi tangan si yati tetap bergelayut dileher gua…akhirnya gua dorong dengan sedikit tenaga..Blesss…akhirnya penis gua masuk sempurna kelobang vagina yati yang ajrit masih seret….yati memeluk tubuh gua eret-erat sambil mengangkat kedua kakinya…gua pelan-pelan mendorong maju-mundur penis gua kelobang vagina yati…kami berciuman sambil saling mendorong bagian bawah…semakin lama- semakin lancar,,,vagina yati makin basah..gua makin kenceng mendorongnya…dari mulai bibir sampai toket habis gua cumbu sambil memangang pantat yati supaya gak copot penis gua dari memek yati…..tiba-tiba yati melenguh ….dia memluk erat tubuh gua sambil mendorong maju mundur dengan lebih cepat..(.pikir gua gila neh pembantu nekad juga) dan gua merasakan ada cairan rasa hangat di batang penis gua..dan gua gak menyia-nyaiakan sempatan itu untuk sama-sama bareng meyelesaikan permaiinan ini…napas gua dan yati memburu,,gua dan yati saling peluk dan saling mengengam erat pantat pasangan masing-masing..dan akhirnya croot—croot..croot… memek yati basah oleh sperma gua…sperma gua , gua lepas dalam vagina yati…(dalam hati gua bodo deh..hamil-hamil deh)….yati tersenyum melihat gua..kemudian dia minta dicium bibirnya..gua pun membalas dan akhirnya selesai…setelah selesai gua dan yati mandi berdua…dan terjadi pula ronde kedua dikamar mandi walau hanya berlangsung 10 menitan…tapi sumpah gua puas bgt….lalu bagaimanakah nasib yati selanjutnya…gua juga gak tahu kabar terakhir yg gua tahu dia dah menikah dan punya anak…tapi jujur gua merasa berdosa karena sudah mengambil harta yang paling berharga yg dimiliki yati “keperawanan” . dulu gua sempet mau nikahin dia karena gua merasa bersalah dah ambil dia punya perawan…tapi yati bilang gak usah…” karena ternyata dia dah dijodohkan dengan teman satu kampungnya” sekian dulu ya bo… gue dah pengen onani terus gara-gara inget pengalaman gue ini, sampai jumpa bo